Oknum Kepala SMP Yang Melakukan Pelecehan Seksual di Bangkalan Belum ditangkap
Foto: Liputan 6

Beritana, Bangkalan- Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh MS (45) terhadap NS (24) pada 13 Juni 2020 sampai saat ini belum ditangkap oleh Polisi (29/07/20).

MS yang merupakan Kepsek SMP Swasta Nurul Huda Klampis Bangkalan adalah asal Desa Bragang Kec. Klampis. Ia juga tercatat sebagai ketua MKKS SMP Swasta Kec. Klampis.

Menurut korban seksualnya, sampai saat ini pelaku belum ditangkap dan masih terlihat berkeliaran ke mana-mana dengan mobilnya. Bahkan, pelaku sering menghadiri undangan nikahan. Padahal saksi-saksi dan sidang perkara sudah dilakukan.

"Sampai saat ini pelaku masih berkeliaran ke mana-mana dengan mobilnya. Pelaku belum ditangkap oleh pihak kepolisian padahal saksi-saksi dan sidang perkara sudah dilakukan," kata NS kepada Beritanadotcom.

"Anehnya pelaku seperti tidak punya beban moral terhadap perbuatannya. Ia sering kali menghadiri undangan nikahan. Mungkin karena ia ditokohkan oleh desanya," tambahnya.

Dari pantauan Beritanadotcom, kasus pelecehan seksual di Kec. Klampis Bangkalan sampai saat ini sudah berumur satu bulan empat hari berada di meja Polisi. Hal ini dihitung sejak kasus ini dilaporkan ke Polsek Kec. Klampis (25/06/20).

Koronologi Kejadian

Kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh MS dilakukan pada 13 Juni 2020 di SMP Nuruh Huda Klampis Bangkalan.

Awalnya, sekitar jam 09.30 korban dihubungi oleh pelaku yang merupakan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kec. klampis untuk datang ke tempatnya agar melengkapi berkas kelulusan lembaganya.

Karena korban dengan pelaku berteman baik sebagai rekan kerja. Tanpa menaruh curiga sedikit pun NS mengiyakan ajakannya dan langsung meluncur ke lokasi pelaku.

Namun sesampai di kantornya, keadaan sangat sepi. NS masuk dengan mengucapakan salam dan duduk di dekat pintu tapi oleh pelaku disuruh pindah ke sofa. Tanpa pikir panjang, NS langsung pindah tempat duduk.

Beberapa saat kemudian, pelaku duduk di sampingnya. Karena merasa jaraknya sangat berdekatan sehingga merasa risih, NS geser ke kanan. Tapi, pelaku juga ikutan geser.

Karena khawatir MS akan melakuakan kejahajatan, NS langsung berdiri untuk pulang meskipun keperluannya belum selesai. Tapi, MS langsung menarik lengannya sehingga NS jatuh. Karena kaget, NS secara sepontan membentak dan melakukan perlawanan sehingga baju di bagian ketiaknya sobek.

Karena merasa mendapat perlawanan, pelaku mendorong saya ke ruangan komputer sampai saya terjatuh. Setelah itu itu pelaku menutup pintu ruangan tersebut.

Di saat bersamaan HP NS berdering dan NS tidak bisa mengangkatnya karena tangannya dipegang sangat kuat. Baru setelah berdering, NS mengancam pelaku akan berteriak jika tidak mau melepaskannya.

Karena korban mengancam akan berteriak, pelaku memintanya untuk tidak melawan dan melayani nafsunya sebentar. Tapi korban terus melawan dan mengancam akan berteriak.

Setelah itu, pelaku melepaskan korbannya. Korban langsung lari sambil memperbaik baju dan kerudung menuju motor lalu langsung pulang.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations