Perempuan Desa Sumberagung tolak pembangunan jaringan listrik Untuk pertambangan

Perempuan Desa Sumberagung tolak pembangunan jaringan listrik  Untuk pertambangan

Beritana.com, Pasuruan Para perempuan Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, melakukan aksi di dekat lokasi pertambangan emas Gunung Tumpang Pitu. Aksi tersebut mereka lakukan untuk menolak pembangunan jaringan listrik untuk pertambangan Mulai sabtu (04/03) hingga kamis ini.

Dalam aksi tersebut, massa harus berhadapan dengan aparat pemerintah dari polres se-tapal kuda, satpol pp, bahkan TNI untuk mengamankan warga karena di khawatirkan membuat pengrusakan. Logika sederhana warga melakukan aksi duduk di  jalan dalam menghadang penggerukan tanah untuk pasokan kebutuhan listrik warga cukup sederhana karena tambang merusak lingkungan “kami menolak pemasangan kabel listrik karena di peruntukkan sebagai operasi PT. BSI menambang dan merusak lingkungan kami, maka jelas kami harus menolak ini. Ungkap para ibuk-ibuk wilayah tumpang pitu.

Ironisnya aparat kepolisian ketika di tanya tugasnya menjaga pembangunan kontruksi jaringan listrik padahal warga sudah mewanti-wanti dg adanya listrik ini termasuk mengsukseskan penggerusakan lingkungan di wilayah tumpang pitu. “Bapak polisi tugasnya mengamankan rakyat dan rakyat aksi disini karena kami merasa terancam seharusnya bego itu yang di amankan” cetus ibu-ibu.

Dalam gejolak protes warga sempat terjadi peristiwa yang mengharukan warga menyanyikan lagu nasionalisme indonesia raya di hadapan aparat kepolisian dari situbondo, jember, banyuwangi, tentara dan satpol pp. Warga menyanyikan lagu nasionalisme sebagai bentuk ketidak berdayaan dan kepercayaan bahwa negara madih ada untuk rakyatnya.

Rabu, (08/03) kemaren warga sempat terlibat aksi dorong dengan polisi saat mencoba menghadang alat berat. Akibatnya seorang perempuan sempat pingsan dan pengerukan tetap berjalan lancar.

Sesuai data yang tertera dalam Amdal. Kebutuhan daya listrik proyek akan disediakan menggunakan transmisi Jawa-Bali milik PLN, suplai didapatkan dari sub-station di daerah Pesanggaran. Total kebutuhan daya listrik adalah sebesar 6 MW disediakan dari PLN. Listrik didistribusikan menggunakan jalur kabel 11 KV ke fasilitas perusahaan.

Menurut keterangan beberapa warga pasokan listrik yang di peruntukkan perusahaan adalah stok masa depan transmisi jawa bali sebesar 20 mega watt (MW) tanpa disadari sumber energi kita sebagian di habisi PT.BSI dan yang menjadi kehawatiran dasar warga pusat pertambang adalah kawasan hutan lindung dan pesanggaran adalah wilayah rawan bencana.

(Di Baca 214 , 1 Pembaca Hari Ini)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.