Sri Mulyani Ajak Pemuda Indonesia Untuk Berwirausaha

Sri Mulyani Ajak Pemuda Indonesia Untuk Berwirausaha

Beritana.com, Bangkalan – Menteri keuangan Sri Mulyani menilai perdagangan lewat Ecommerce di nilai masih rendah, hal tersebut merupakan salah satu peluang wirausaha bagi anak muda.

Sri Mulyani menilai Pasar Indonesia yang terjemaah dengan ecommerce hanya 2 persen, Masi seperempat dari rata-rata perdangan ecommerce yang berada di Indonesia, Negara yang maju di bidang Ecommerce pansa Pasarnya mencapai 40-50 persen.

“Kalau di lihat Ecommerce di Indonesia masih sangat rendah , tapi ini merupakan kesempatan bagi anak muda untuk wirausaha” Tutur Sri mulyani rabu (21/12/2016)

Penetrasi yang ada di Indonesia masih sangat rendah untuk ukuran pasar Indonesia yang besar

Sri Mulyani menuturkan, porsi konsumsi menguasai sekitar 56 persen dari kue Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Jika PDB per tahun Indonesia ada di kisaran Rp12 ribu triliun, maka sekitar Rp7 ribu triliun diantaranya berasal dari konstribusi konsumsi masyarakat.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas merupakan kelas menengah ke bawaj di mana ragam kebutuhan pun sangat berkembang pesat, tidak hanya kebutuhan pkok saja namun juga mencakup kenutuhan tersier
Sri Mulya Mengharapkan Generasi dapat memanfaatkan peluang dan membuat ide baru, dengan adanya teknologi di era sekarang anak Indonesia makin di permudah

Perekonomian di 10 kawasan akan meningkat dan kebutuhan akan akan fasilitas penunjang maupun kebutuhan masyarakat sekitar akan bertambah. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan rintisan (start-up) untuk memasuki pasar dengan berbagai idenya.

Disisi lain pemerintah akan membantu menyusun kebijakan yang bisa membuat ekonomi domestic lebih tahan ketikan menghadap guncangan ekonomi dunia, dalam hal merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan.(Syd/fdl)

(Di Baca 71 , 1 Pembaca Hari Ini)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.