WHO Mempertimbangkan Dua Vaksin Covid-19 Buatan China Untuk Kondisi Darurat
Pertimbangan dua vaksin buatan China untuk kondisi darurat akan segera dilakukan

Beritana, Bangkalan - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan segera memulai untuk mempertimbangkan dua vaksin Covid-19 buatan negeri tirai bambu (China) untuk persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat minggu depan.

Seperti dilaporkan Rauters, Jum'at (22/1/2021),  Maringela Simao Asisten Direktur Jenderal WHO, mengatakan rencana persetujuan untuk China mempromosikan dua Vaksin, yang dibuat Sinopharm dan Sinovac, dan telah menandatangani kesepakatan untuk mengekspor jutaan Vaksin dari keduanya.

Simao juga mengatakan bahwasanya WHO sedang mencari persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca dari manufaktur di India dan Korea Selatan.

Di Filipina, pada Senin (18/1/2021), presiden Rodrigo Duterte mengatakan vaksin Sinovac sekarang sudah digunakan di Malaysia, Thailand, Turki, Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Brazil, dan sejauh ini masih belum ada laporan kematian.

"Filipina juga telah memperkuat pasokan dengan Moderna, Novavax, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan juga insitut Gamaleya Rusia," tambah Carlito Galvez, mantan panglima militer yang menangani pengadaan vaksin pemerintah.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte juga meyakinkan publik bahwasanya kesepakatan tentang pasokan vaksin bebas korupsi, setelah Senat meluncurkan penyelidikan atas transaksi yang dilakukan pemerintah ditengah pertanyaan transparansi dan kemanjuran harga.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations