Puskakom Publik UTM Beri Apresiasi terhadap Media Online di Madura

Puskakom Publik UTM Beri Apresiasi terhadap Media Online di Madura

Beritana.com, Bangkalan – Meningkatnya kuantitas media online di Madura mendapat apresiasi dari Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Publik UTM dalam catatan akhir tahun (31/12/2016).

Demokratisasi di segala lini mulai terlihat mengeliat di Madura karena peran media online berbasis media sosial yang masif dan mampu menjangkau semua lini. Hal ini juga didorong oleh kepemilikan hp yg dipakai untuk akses media online semakin terjangkau di Madura. Isu-isu publik mulai banyak menghiasi ruang publik di media online Madura. Perkembangan ini harus terus didorong sehingga kualitas media online di Madura akan semakin baik.

Ke depan seiring dengan meningkatnya jumlah media online di Madura, perlu dilakukan antisipasi dini agar media online memiliki kepatuhan terhadap kebaikan ruang publik. Minimal bisa meningkatkan kualitas informasi menjadi berita yg dapat dipertanggungjwbkan sehingga media bs menjadi ruang sehat bg masy.

Salah satu issue yg ramai diperbincangkan adalah persoalan security and savety. Hal ini karena banyaknya kejadian begal dan perampokan di wilayah Madura. Tindakan tegas dari pihak keamanan sangat diharapkan dan tidak menambah luas wilayah operasi bandar narkoba dimadura.

Secara khusus puskakom publik UTM juga mengapresiasi kinerja 2 badan publik di Madura selama 2016 yakni POLRES di Madura dan juga kejaksaan, khususnya dalam isu pemberantasan narkoba dan korupsi.

Indeks kualitas demokrasi, keterbukaan informasi publik dan akses media massa di madura masih rendah

Pusat kajian komunikasi (puskakom) publik UTM memaparkan catatan hasil kajian tentang demokrasi, keterbukaan informasi publik dan media massa di Madura selama 2016. Ruang publik media masih didominasi elit khususnya elit pemerintah dan pemilik modal. Peran publik, khususnya kelas menengah masih belum menunjukkan proggres yang mengembirakan. Dominasi ini membuat check and balance tidak berjalan di masif. Masih banyak memilih acuh dan diam krn berada pd situasi memilih aman. Isu-isu publik kalah jauh dari isu-isu kemapanan dan propaganda yang dikemas dalam public relations elit. Peran check n balance belum menjadi pengawas yg seimbang bagi elit kekuasaan lokal. Elit politikal yang berkuasa masih terlalu kuat dan mendominasi diskursus publik.

Keterbukaan informasi publik juga masih artifisial. Selama ini fokus pada memenuhi kelembagaan, tetapi sumbangsih terhadap daya kritis kultur publikan tidak berimbas apa-apa, sekadar hanya memenuhi tuntutan lembaga ada saja tetapi sumbangan terhadap peradaban akses publik terhadap informasi kualitasnya masih jauh dari harapan.

Peran media masih diwarnai kekerasan terhadap awak media dalam melakukan liputan. Sementara berkembangnya media online dinilai positif terhadap demokrasi di Madura dan perlu peningkatan kualitas masih informasi dan mampu menghadirkan berita yg bermutu dan berkualitas bg publik lokal.

Penulis : Lukman Aldiansyah

(Di Baca 77 , 1 Pembaca Hari Ini)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.