Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyarankan para peserta pesta yang bersama Raffi Ahmad agar menjalani karantina selama 14 hari guna memastikan acara tersebut tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Beritana, Bangkalan - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyarankan para peserta pesta yang bersama Raffi Ahmad agar menjalani karantina selama 14 hari guna memastikan acara tersebut tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Menurut Dicky Budiman, meski hanya dihadiri 18 orang, pesta yang digelar di kediaman ayah Sean Gelael, itu tetap berpotensi menjadi suatu penyebaran virus corona.

“Potensi klaster masih ada. Makanya, saya menyarankan Raffi Ahmad pun orang-orang yang ada, karantinalah dulu. Karantina, jangan pergi ke mana-mana, pastikan 14 hari sehat,” ucap Dicky Budiman.

Dia menilai sanksi sosial tetap harus dijatuhkan dalam kasus kerumunan yang dihadiri Raffi Ahmad, meski di sisi lain, Dicky Budiman mengaku secara tegas menolak sanksi pidana yang sempat diberlakukan kepada penolak program vaksinasi.

Menurut dia, pemerintah misalnya, bisa memberi teguran keras terhadap Raffi Ahmad atau meminta suami Nagita Slavina itu mengedukasi masyarakat untuk taat menjalankan protokol kesehatan lewat akun media sosial. Sanksi sosial, ucap Dicky Budiman, tetap harus diberikan sebab kerumunan Raffi tidak bisa dibenarkan.

Meskipun begitu, Dicky Budiman menilai kasus kerumunan Raffi Ahmad tak bisa dibandingkan dengan kerumunan yang ditimbulkan oleh bekas pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab.

Sebab, menurut dia, potensi klaster yang timbul dalam kerumunan Rizieq jauh lebih besar, sekalipun keduanya sama-sama berpotensi menjadi klaster penyebaran.

“Ya, kalau dibandingkan dengan keramaian Habib Rizieq Shihab ya banyak banget ya. Walaupun dua-duanya esensinya sama-sama tidak menaati. Tapi dampak Habib Rizieq shihab itu besar sekali,” katanya.

Foto Raffi Ahmad bersama sejumlah rekan selebritas usai disuntik vaksin bersama Presiden Jokowi Widodo menuai cibiran terutama di media sosial. Kehadiran Raffi dalam pesta itu terungkap dalam Instagram Story yang diunggah Anya Geraldine.

Polisi telah menyelidiki kasus tersebut dan menyatakan tak ada pelanggaran protokol kesehatan dalam pesta yang dihadiri Raffi Ahmad. Pesta itu hanya dihadiri 18 orang di bilangan Prapanca, Jakarta Selatan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations