“(Michelle Bolsonaro yang berusia 38 tahun) dalam kondisi sehat dan akan mengikuti semua protokol yang ada,” sebut Kantor kepresidenan Brasil Jumat, 31 Juli 2020.

Beritana, Jakarta -- Virus corona Covid-19 di Brasil tampak begitu memprihatinkan. Beberapa pejabat tinggi negaranya dikabarkan terpapar virus yang menyerang sistem pernafasan itu. 

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dua minggu yang lalu tengah menjalani karantina mandiri, yang kemudian sudah dinyatakan sembuh lima hari yang lalu. 

Namun, kini giliran ibu negara Michelle Bolsonaro yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. 

Berita mengejutkan itupun dibenarkan pihak pemerintah setempat.

Padahal, saat Presiden Bolsonaro dinyatakan terinfeksi, ia dan putrinya langsung segera melakukan pengujian dan hasilnya negatif. 

“(Michelle Bolsonaro yang berusia 38 tahun) dalam kondisi sehat dan akan mengikuti semua protokol yang ada,” sebut Kantor kepresidenan Brasil Jumat, 31 Juli 2020.

“Ibu negara itu dirawat oleh tim medis kepresidenan,” sambung pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan PMJ News. 

Perlu diketahui, kasus virus corona di Brasil tergolong sebagai salah satu yang paling memilukan. Selain menjadi negara terbanyak kasus setelah Amerika Serikat, lima menteri Bolsonaro juga dinyatakan positif. 

Yang terbaru pada Kamis adalah Menteri Sains dan Teknologi Marcos Pontes.

Presiden Bolsonaro yang kini berusia 65 tahun sempat menuai kritik atas penanganan pandemi Covid-19. 

Ia lebih mementingkan perekonomian dibanding harus melakukan aturan-aturan protokol kesehatan yang diserukan Menteri Kesehatan yang kini telah dipecat. 

Bolsonaro juga beberapa waktu lalu kerap membandingkan virus itu dengan ‘sedikit flu’.

Presiden kontroversial ini juga telah berjuang untuk mengakhiri tindakan negara bagian dan lokal yang tinggal di rumah untuk mengatasi pandemi, dengan alasan kejatuhan ekonomi bisa lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.

Saat melakukan karantina mandiri karena terjangkit Covid-19, ia malah mendorong obat Hydroxychloroquine sebagai pengobatan.

Padahal, banyak penelitian menemukan obat itu tidak memiliki manfaat terhadap penyakit akibat Virus SARS-CoV-2.***

YOUR REACTION?

Facebook Conversations