Jika Kamu Sedang Ingin Membalas Luka yang Dia Berikan, Mungkin Ini Waktunya Kamu Berhenti Sejenak

Rasanya sesak sekali saat tahu orang yang paling kamu percaya justru jadi orang pertama yang melukai perasaanmu.
Kamu mungkin merasa ingin berteriak, membalas perbuatannya, atau setidaknya membuat dia merasakan sakit yang sama persis seperti yang kamu rasakan sekarang. Keinginan itu wajar, manusiawi, dan jujur saja, siapa yang tidak ingin melihat keadilan terjadi dengan cepat di depan mata kepala sendiri.
Kamu Nggak Sendiri, Ini Wajar
Memang susah sekali rasanya menahan diri untuk tidak membalas ketika harga dirimu diinjak-injak begitu saja. Kamu merasa seolah diam saja adalah bentuk kelemahan, padahal sebenarnya tidak begitu.
Kamu hanya sedang mencoba tetap menjadi dirimu yang baik di tengah situasi yang sangat tidak baik. Menahan amarah itu butuh energi yang luar biasa besar, jadi wajar kalau kamu merasa lelah dan bingung harus berbuat apa.
Membalas Hanya Akan Mengotori Tanganmu
Kamu mungkin berpikir kalau dengan memberikan pelajaran, dia akan sadar akan kesalahannya. Tapi kenyataannya, saat kamu memutuskan untuk turun ke level yang sama dengannya, kamu justru sedang kehilangan dirimu sendiri.
Mengotori tangan dengan cara yang buruk hanya akan membuatmu merasa tidak nyaman dengan bayangan di cermin setiap pagi. Kamu terlalu berharga untuk menjadi orang yang kamu benci hanya karena perilaku orang lain yang tidak tahu diri.
Biarkan Saja Waktu yang Menjawab
Tidak perlu repot-repot menyusun rencana pembalasan dendam yang melelahkan pikiran itu. Dunia ini sudah punya cara sendiri untuk mengembalikan apa yang seharusnya kembali kepada pemiliknya.
Biarkan semesta atau Tuhan yang mengambil alih urusan itu, karena kamu tidak punya kapasitas untuk mengatur karma bagi hidup orang lain. Lagipula, bukankah lebih tenang kalau kamu membiarkan dia pergi membawa beban perbuatannya sendiri daripada kamu yang harus memikul rasa bersalah karena membalasnya.
Kamu Adalah Pemenang Sebenarnya
Menahan diri untuk tetap diam saat kamu sebenarnya punya kekuatan untuk membalas, itu bukan tanda kamu lemah. Itu adalah tanda kalau kamu punya kontrol diri yang sangat hebat dan karakter yang tidak mudah hancur oleh keburukan orang lain.
Jalanilah hidupmu dengan lebih baik mulai sekarang, karena hidup dengan tenang setelah disakiti adalah pembalasan yang paling manis yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor









