Dua Wakil Indonesia Siap Hadapi Unggulan China di Final Asian Games 2026 Bulu Tangkis

Dua pasangan bulu tangkis Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil menembus partai puncak Asian Games 2026. Mereka akan berlaga di final bulu tangkis, menghadapi lawan-lawan tangguh dari Republik Rakyat Tiongkok.
Amri/Nita akan berduel di nomor ganda campuran melawan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, sementara Leo/Daniel akan menantang Liang Weikeng/Wang Chang pada nomor ganda putra. Kedua pertandingan final ini diproyeksikan menjadi pertarungan sengit yang menguji ketahanan dan strategi para atlet.
Sorotan utama tertuju pada status non-unggulan kedua wakil Indonesia tersebut.
Jiang/Wei dan Liang/Wang dari Tiongkok jauh lebih diunggulkan, masing-masing menempati posisi unggulan kedua dan ketiga di turnamen ini. Kontras dengan status unggulan lawan, Amri/Nita dan Leo/Daniel berhasil mencapai babak final tanpa predikat unggulan.
Keberhasilan mereka menjadi finalis non-unggulan di Asian Games 2026 cukup langka, hanya ditemani oleh Loh Kean Yew dari Singapura di nomor tunggal putra. Tujuh finalis lain dalam berbagai nomor merupakan pemain unggulan, yang terdiri dari dua unggulan pertama, tiga unggulan kedua, dan dua unggulan ketiga.
Bagi Amri/Nita, penampilan di final Asian Games 2026 merupakan debut mereka di ajang multi-olahraga terbesar Asia ini. Pasangan ini tidak berpartisipasi pada edisi empat tahun silam, menjadikan pencapaian mereka saat ini sebagai torehan impresif.
Perjalanan Amri/Nita menuju final juga diwarnai dengan persaingan ketat, terbukti dari dua pertandingan yang harus diselesaikan melalui rubber game dari total empat laga yang mereka lakoni. Lawan mereka, Jiang/Wei, memiliki perjalanan yang sedikit lebih mulus dengan hanya satu rubber game dari tiga pertandingan.
Situasi berbeda dialami oleh Leo/Daniel. Kedua pemain ini sejatinya pernah tampil pada Asian Games 2022, namun langkah mereka terhenti di babak kedua. Kelolosan ke final Asian Games 2026 ini menjadi pembuktian sekaligus penebusan atas hasil kurang memuaskan sebelumnya.
Perjalanan Leo/Daniel menuju partai puncak menunjukkan konsistensi tinggi; mereka selalu memenangi setiap pertandingan dengan dua gim langsung dalam empat laga yang telah dijalani. Liang/Wang, lawan mereka di final, juga memiliki rekor dominan namun sempat melewati satu rubber game saat menumbangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada semifinal, Senin (28/9).
Rekor pertemuan langsung antara Leo/Daniel dan Liang/Wang mengindikasikan dominasi pasangan Tiongkok, dengan skor 1-3 untuk keunggulan Liang/Wang. Pertemuan terakhir mereka terjadi di Australia Open 2026, yang berakhir dengan kemenangan Liang/Wang melalui skor 21-15, 21-18.
Dengan demikian, tantangan besar membentang di hadapan dua wakil Indonesia tersebut, mengingat rekam jejak dan status unggulan lawan.
Pencapaian dua pasangan non-unggulan Indonesia di final Asian Games 2026 ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan potensi dan semangat juang yang tinggi. Menghadapi dominasi bulu tangkis Tiongkok, kesempatan ini menjadi panggung bagi Amri/Nita dan Leo/Daniel untuk mengukir sejarah dan menunjukkan kualitas terbaik mereka di kancah Asia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












