Bikin Melongo! Eks Pelatih Kiper Beberkan 3 Kunci Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Optimisme tinggi menyelimuti perjalanan sepak bola nasional, terutama harapan akan partisipasi Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030.
Mantan pelatih kiper Skuad Garuda, Eduardo Perez, meyakini peluang besar bagi Indonesia untuk menembus putaran final turnamen akbar tersebut.
Pria yang akrab disapa Edu itu mencermati adanya lompatan kualitas signifikan dalam sepak bola Indonesia, jauh berbeda dibandingkan saat ia pertama kali bertugas di tanah air.
Edu pernah menjadi bagian dari staf pelatih Luis Milla, mengarsiteki Skuad Garuda pada Januari 2017 hingga Juni 2018. Ia juga memiliki rekam jejak panjang di kancah sepak bola nasional, pernah mengabdi untuk Persija Jakarta, PSS Sleman, serta Persebaya Surabaya.
Pengalaman masa lalu tersebut memberikan perspektif yang jelas bagi Edu saat membandingkan kondisi Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan John Herdman dengan era sebelumnya.
Ia menyoroti perbedaan situasi yang dinilainya sangat mencolok antara kedua periode.
Saat Edu dan Luis Milla bekerja sama, sepak bola nasional baru saja terlepas dari sanksi pembekuan FIFA pada tahun 2015.
Kondisi ini memaksa jajaran pelatih kala itu untuk fokus membangun tim mulai dari kelompok umur.
"Sangat berbeda, itu sudah lama sekali. Saya pikir sekitar delapan tahun lalu," ujar Edu, mengingat kembali masa lalu.
"Pada saat itu, seperti yang kita ingat, Indonesia baru saja keluar dari hukuman FIFA."
Ia menambahkan, "Tim senior tidak bisa bertanding. Kami memulai dari tim U-23."
"Saya sangat senang melihat banyak pemain dari generasi tersebut kini bermain di level teratas Liga Super," jelas Edu, merujuk pada kompetisi liga di Indonesia.
Fokus pembinaan pada periode 2017 hingga 2018 memang tertuju pada skuad U-23, mengingat padatnya agenda turnamen seperti SEA Games dan Asian Games yang kala itu menjadi prioritas.
Setelah nyaris melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026, Edu berharap Timnas Indonesia dapat mewujudkan mimpi besar tampil di Piala Dunia 2030.
Turnamen empat tahunan tersebut rencananya akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
"Memang berbeda, sangat berbeda. Saat itu kondisinya memang begitu," tutur Edu.
"Dalam delapan tahun, saya pikir perkembangan sepak bola di Indonesia sangat besar. Kita tentu perlu terus mendorong bersama agar sepak bola Indonesia terus berkembang dan, mudah-mudahan, kita akan tampil di Piala Dunia berikutnya."
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor







