Debut Manis Como 1907 di Liga Champions: Menang Telak 4-1 atas RB Leipzig

Como 1907 sukses mencetak sejarah baru dalam perjalanan klub dengan memenangkan laga perdana mereka di Liga Champions musim 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como menundukkan klub Bundesliga, RB Leipzig, dengan skor meyakinkan 4-1.
Kemenangan telak ini menjadi tonggak sejarah bagi Como yang untuk pertama kalinya mencicipi atmosfer kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Stadion Giuseppe Sinigaglia sendiri merupakan markas bersejarah Como yang terletak di tepi danau ikonik di Italia utara.
Dominasi Como terlihat sejak babak pertama melalui gol pembuka Martin Baturina pada menit ke-15. Pemain asal Kroasia ini membukukan namanya dalam buku rekor klub sebagai pencetak gol pertama Como di ajang Liga Champions.
Unggul satu gol tidak membuat intensitas serangan anak asuh Cesc Fabregas menurun sedikit pun di lapangan. Pada menit ke-38, Tasos Douvikas berhasil menggandakan keunggulan tim tuan rumah menjadi 2-0 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Como tetap tampil agresif dan menekan pertahanan RB Leipzig secara konsisten. Assane Diao menambah pundi gol pada menit ke-54, yang sempat dibalas oleh gol tunggal Andrija Maksimovic bagi tim tamu empat menit berselang.
Maximo Perrone memastikan kemenangan besar 4-1 lewat golnya tepat saat waktu normal berakhir. Kemenangan ini sekaligus menjadi pembuktian taktik bagi pelatih Cesc Fabregas di panggung Eropa.
Fabregas, yang kini berusia 39 tahun, membawa bekal pengalaman melimpah sebagai mantan pemain elit saat membela Arsenal, Barcelona, dan Chelsea. Ia berhasil meracik komposisi pemain muda berbakat seperti Nico Paz dengan pemain berpengalaman seperti Trevoh Chalobah untuk bersaing di level tertinggi.
Keberhasilan menembus Liga Champions musim ini berawal dari performa impresif Como di Serie A 2025/2026. Klub ini finis di peringkat keempat, yang tercatat sebagai pencapaian liga terbaik dalam sejarah panjang klub tersebut.
Meskipun euforia kemenangan atas Leipzig sangat terasa, Fabregas menegaskan bahwa fokus tim harus segera kembali ke liga domestik. Jadwal pertandingan yang padat mewajibkan para pemain untuk menjaga konsistensi performa agar tidak terpuruk di tengah ketatnya kompetisi Serie A musim 2026/2027.
Perjalanan Como di fase liga ini masih sangat panjang dan penuh tantangan berat dari klub-klub besar Eropa lainnya. Hasil laga perdana ini setidaknya memberikan sinyal bagi lawan bahwa Como bukanlah tim yang bisa diremehkan di debut mereka musim ini.
Dukungan suporter dan stabilitas manajemen menjadi kunci utama di balik kebangkitan klub yang sempat berkutat di divisi bawah Italia tersebut. Semua mata kini tertuju pada laga berikutnya untuk melihat apakah keajaiban di Sinigaglia ini akan terus berlanjut hingga fase gugur.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












