Langsung ke konten
beritana
Breaking

Israel Alokasikan Dana Rp600 Miliar untuk Kuasai Puluhan Situs Bersejarah di Tepi Barat

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Israel approves $37m to seize more than 70 occupied West Bank sites
Israeli settlers pose at an ancient archaeological site near the illegal settlement of Petza'el, in the occupied West Bank [Amir Levy/Getty]

Pemerintah Israel telah menyetujui alokasi dana signifikan senilai 113 juta shekel atau sekitar USD 37 juta (sekitar Rp600 miliar) yang bertujuan untuk mengambil alih lebih dari 70 situs bersejarah di Tepi Barat yang diduduki.

Langkah ini secara jelas menunjukkan upaya Israel dalam mempercepat penguasaan terhadap berbagai landmark historis yang kaya akan nilai sejarah dan budaya di wilayah tersebut.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menjadi sosok di balik pengumuman pendanaan ini.

Dana tersebut akan diarahkan untuk mengonsolidasikan kontrol Israel atas lokasi-lokasi warisan yang terletak di wilayah yang menjadi sengketa intens.

Persetujuan pendanaan pada hari Selasa oleh komite pengarah pemerintah ini juga merupakan kelanjutan dari rencana sebelumnya.

Sebelumnya, pada bulan Mei, disetujui pula program senilai 250 juta shekel atau sekitar USD 83 juta (sekitar Rp1,34 triliun) yang berfokus pada penguasaan situs-situs arkeologi di Tepi Barat, Lembah Yordan, dan area lainnya.

Menurut pernyataan dari komite, Kementerian Permukiman akan menerima alokasi langsung sebesar 157 juta shekel (sekitar Rp842 miliar).

Selain itu, terdapat otorisasi komitmen tambahan senilai 142 juta shekel (sekitar Rp761 miliar) yang juga diberikan kepada kementerian tersebut.

Pada hari yang sama, Komite Keuangan Knesset, parlemen Israel, juga menyetujui pendanaan langsung dan komitmen mendekati 300 juta shekel (sekitar Rp1,6 triliun) untuk Kementerian Permukiman Israel.

"Ini adalah tindakan Zionis tingkat tertinggi. Bangsa tanpa masa lalu tidak memiliki masa depan," kata Smotrich.

Dia juga menjelaskan rencana-rencana untuk membangun pusat pengunjung dan fasilitas penelitian baru di lokasi-lokasi yang akan dikuasai tersebut.

Israel mengidentifikasi landmark-landmark ini sebagai lokasi warisan Yahudi.

Hal ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memperluas kontrol negara atas properti dan wilayah Palestina.

Tepi Barat yang diduduki dikenal sebagai rumah bagi ribuan situs arkeologi dan warisan sejarah.

Beberapa di antaranya bahkan berasal dari ratusan tahun yang lalu, mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya kawasan tersebut.

Meskipun Smotrich tidak menyebutkan situs spesifik yang menjadi target, media Palestina melaporkan bahwa rencana tersebut mencakup pengambilalihan Solomon’s Pools di dekat Betlehem; situs ini sebelumnya memang pernah diupayakan Smotrich untuk berada di bawah kendali Israel.

Sejak tahun 2022, sekitar 104 permukiman dan 160 pos terdepan baru telah disetujui di Tepi Barat yang diduduki, menurut Smotrich.

Berdasarkan hukum internasional, permukiman Israel dianggap ilegal.

Pendanaan Israel untuk perluasan permukiman ilegal ini terus berlanjut di tengah kampanye kekerasan pemukim yang semakin intensif terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Media Palestina mencatat adanya lebih dari 11.000 serangan yang dilakukan oleh pemukim dan militer di seluruh wilayah tersebut sepanjang tahun ini.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update