
Kamu lagi duduk diam, natap layar ponsel yang nggak ada notifikasi apa pun dari dia, padahal kamu tahu dia aktif di mana-mana.
Rasanya sesak, ya. Kamu ngerasa kayak orang bodoh yang nungguin kabar dari seseorang yang bahkan nggak sadar kalau kamu lagi nunggu.
Valid kok kalau kamu ngerasa sedih atau bahkan marah saat ini. Nggak ada yang salah dengan rasa sayang yang tulus, meskipun sayangnya, orang yang kamu tuju malah milih buat nggak ngelihat itu semua.
Kamu mungkin merasa harus terus mengejar, terus memberi perhatian, supaya dia sadar betapa berartinya kamu. Padahal, dia malah makin jauh dan semakin sering mengabaikan pesan singkatmu.
Sebenarnya, kamu nggak perlu repot-repot minta perhatian. Kalau dia memang mau, dia bakal kasih itu tanpa kamu harus mengemis atau membuat drama yang melelahkan diri sendiri.
Bukan berarti kamu kurang berharga karena dia mengabaikanmu. Justru, dia yang belum bisa melihat nilai dari seseorang yang berani memberi perhatian setulus itu tanpa menuntut apa-apa kembali.
Pernah nggak kepikiran, mungkin hari ini dia masih nyaman karena tahu kamu selalu ada di sana. Dia merasa punya cadangan yang aman, jadi dia nggak takut buat abai atau menyia-nyiakan kehadiranmu.
Tapi orang yang sabar pun punya batas. Ada titik di mana rasa pedulimu bakal habis, pelan-pelan berubah jadi rasa masa bodoh yang permanen.
Saat kamu sudah berhenti peduli, saat itulah dia bakal sadar ada yang hilang dari dunianya. Dan penyesalan itu biasanya datang tepat saat kamu sudah melangkah pergi dan nggak berniat buat balik lagi.
Jangan habiskan seluruh energi buat nungguin orang yang bahkan nggak peduli sama keberadaanmu. Hidupmu terlalu berharga buat dijadikan pajangan di ruang tunggu seseorang yang nggak punya niat untuk menemuimu.
Suatu hari nanti, dia akan sadar bahwa tidak selayaknya dia menyia-nyiakan orang yang benar-benar sayang padanya. Semoga saat itu terjadi, kamu sudah ada di tempat yang jauh lebih baik, dan nggak lagi peduli dengan penyesalannya.
Tarik napas dalam, lepasin pelan-pelan. Kamu sudah berusaha jadi orang baik, dan itu sudah lebih dari cukup.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor