Jika Hatimu Sedang Panas, Berhenti Sejenak Sebelum Mengambil Keputusan yang Salah

Kamu pernah tidak, merasa dunia lagi nggak adil banget sampai rasanya ingin teriak atau langsung memutus semua hubungan saat itu juga?
Perasaan itu memang sesak, dan rasanya wajar banget kalau kamu ingin segera lari atau menyudahi semuanya biar rasa sakitnya cepat hilang.
Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
Saat emosi sedang meluap, logikamu seringkali memilih cuti kerja tanpa izin. Kamu merasa keputusan yang kamu ambil itu sudah paling benar, padahal sebenarnya kamu cuma lagi berusaha melindungi diri dari rasa sakit yang datang tiba-tiba.
Masalahnya, otak kita tidak didesain buat mengambil keputusan besar saat sedang marah atau kecewa. Hasilnya seringkali bukan solusi, melainkan serangkaian penyesalan yang baru terasa manis pahitnya saat semuanya sudah benar-benar berakhir.
Kamu Sedang Tidak Berpikir Jernih
Menghadapi masalah besar memang menguras energi sampai titik darah penghabisan. Wajar jika pikiranmu kacau, tapi jangan biarkan kekacauan itu menjadi kompas dalam menentukan masa depan hubunganmu.
Keputusan yang lahir dari ketergesaan hanya akan membuatmu menyesal di kemudian hari, saat amarah sudah surut dan kamu baru sadar bahwa ada hal yang sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik.
Tenangkan Diri Sebelum Melangkah
Ambil napas dalam-dalam, jauhkan ponselmu dari jangkauan tangan, dan jangan kirim pesan apapun dulu. Kadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah tidak melakukan apa-apa sampai detak jantungmu kembali normal.
Saat kepala sudah dingin, barulah kamu bisa melihat situasi dengan lebih jujur. Kamu akan sadar bahwa tidak ada yang perlu buru-buru diputuskan hari ini, dan itu jauh lebih melegakan daripada memaksakan akhir yang sebenarnya belum waktunya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













