MicroStrategy Kembali Borong 250 Bitcoin, Total Simpanan Capai 848.250 BTC

Perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat, MicroStrategy, kembali memperkuat posisi aset kriptonya dengan mengakuisisi 250 Bitcoin tambahan.
Pembelian terbaru ini membawa total kepemilikan perusahaan tersebut menjadi 848.250 Bitcoin. Transaksi ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dari pendiri sekaligus ketua eksekutif perusahaan, Michael Saylor, terhadap aset digital tersebut.
Data resmi menyebutkan bahwa MicroStrategy mengeluarkan dana sebesar USD 21,5 juta atau sekitar Rp335,6 miliar untuk aksi korporasi tersebut sepanjang pekan lalu. Angka ini menandai penurunan volume pembelian mingguan untuk kali kedua secara berturut-turut bagi perusahaan yang melantai di bursa Nasdaq tersebut.
Pendanaan untuk akuisisi ini bersumber dari penjualan saham biasa perusahaan senilai USD 21 juta. Sisa USD 500.000 atau sekitar Rp7,8 miliar diambil dari kas operasional yang tersedia selama periode Senin hingga Minggu.
Michael Saylor sempat memberikan sinyal melalui unggahan di media sosial miliknya sebelum pengumuman resmi dirilis. Ia menulis bahwa selalu ada ruang untuk menambah koleksi Bitcoin bagi perusahaan.
Di sisi lain, MicroStrategy tetap menjaga stabilitas finansial dengan mempertahankan cadangan kas sebesar USD 4,88 miliar atau sekitar Rp76,2 triliun. Dana ini diproyeksikan untuk mendukung pembayaran dividen saham preferen serta kewajiban bunga utang perusahaan.
Selain aktif mengoleksi Bitcoin, perusahaan juga melakukan pembelian kembali saham preferen senilai USD 192,4 juta atau sekitar Rp3 triliun. Langkah ini naik dari pekan sebelumnya yang tercatat sebesar USD 176,3 juta atau Rp2,75 triliun.
Pergerakan saham MicroStrategy dengan kode emiten MSTR terpantau stabil dengan kenaikan kurang dari 1 persen sebelum pembukaan pasar saham pada Senin pagi. Sementara itu, saham preferen perusahaan diprediksi dibuka pada harga USD 99,68 per lembar saham.
Pola akumulasi Bitcoin yang dilakukan perusahaan memang terlihat melambat dalam beberapa bulan terakhir jika dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan kepemilikan aset kripto perusahaan pada kuartal ketiga hanya berada di kisaran 0,2 persen.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















