Pendapatan SpaceX Meroket 92 Persen, Ditopang Starlink dan Kontrak Komputasi AI

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mengumumkan lonjakan signifikan dalam pendapatannya, naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan layanan internet satelit Starlink serta kesepakatan penyewaan daya komputasi dengan Anthropic dan Google.
Laporan keuangan kuartal kedua tahun 2026, yang merupakan laporan perdana SpaceX sejak menjadi perusahaan publik, menunjukkan total penjualan tumbuh dari 4 miliar dolar AS (sekitar Rp64,8 triliun) pada kuartal kedua 2025 menjadi 7,8 miliar dolar AS (sekitar Rp126,3 triliun). Angka ini merepresentasikan lonjakan 92 persen dalam kurun waktu satu tahun.
Hampir 2 miliar dolar AS (sekitar Rp32,4 triliun) dari pertumbuhan tersebut berasal dari divisi kecerdasan buatan (AI), sementara pendapatan Starlink juga naik sebesar 1,7 miliar dolar AS (sekitar Rp27,5 triliun).
Meski pendapatan meroket, perusahaan masih mencatat kerugian sebesar 541 juta dolar AS (sekitar Rp8,7 triliun) pada kuartal tersebut.













