Presiden FIFA Gianni Infantino Diguncang Dugaan Gaji Rahasia, Berapa Total Pendapatannya?

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap dugaan pembayaran tambahan yang ia terima di luar kompensasi yang diumumkan secara resmi oleh badan sepak bola dunia tersebut. Isu gaji rahasia ini memunculkan pertanyaan besar mengenai transparansi keuangan organisasi paling berpengaruh di dunia olahraga itu.
Setiap tahun, FIFA berkomitmen untuk mengungkapkan gaji presidennya melalui laporan tahunan. Dokumen resmi tersebut menjadi acuan publik untuk mengetahui besaran kompensasi yang diterima pemimpin tertinggi FIFA.
Berdasarkan laporan kompensasi tahunan FIFA, Gianni Infantino disebut menerima gaji kotor sebesar 4,8 juta franc Swiss, atau setara dengan USD 5,76 juta (sekitar Rp92,16 miliar dengan kurs Rp16.000 per dolar AS) sepanjang tahun kalender 2025. Jumlah fantastis ini merupakan gabungan dari gaji pokok senilai 2,6 juta franc Swiss dan bonus sebesar 2,2 juta franc Swiss.
Namun, transparansi yang diklaim FIFA kini menghadapi tantangan. Laporan terbaru dari The Times, media terkemuka asal Inggris, menyebut adanya indikasi pembayaran tambahan yang diterima Infantino di luar angka-angka tersebut.
Jurnalis Martyn Ziegler dari The Times mengacu pada dokumen pajak Amerika Serikat tahun 2024. Dokumen itu diduga menunjukkan Infantino menerima USD 1,76 juta dari entitas bernama FIFAWC26.
FIFAWC26 sendiri adalah perusahaan yang dibentuk secara khusus oleh FIFA. Tujuannya untuk mengelola penyelenggaraan turnamen akbar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa pembayaran sebesar USD 1,76 juta ini tidak tercantum dalam laporan keuangan tahunan FIFA yang dipublikasikan secara terbuka. Ini menimbulkan ketidaksesuaian antara komitmen transparansi organisasi dan data yang ditemukan.
Jika kedua nominal tersebut, yakni gaji resmi 2025 sebesar USD 5,76 juta dan dugaan pembayaran tambahan 2024 sebesar USD 1,76 juta, dijumlahkan, maka totalnya mencapai USD 7,52 juta. Jumlah ini setara dengan sekitar Rp120,32 miliar.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa angka total tersebut merupakan ilustrasi dari dua nominal yang dilaporkan untuk periode berbeda. Gaji resmi merujuk pada tahun 2025, sementara pembayaran tambahan diduga muncul dari dokumen pajak 2024.
Oleh karena itu, keduanya tidak dapat serta-merta dianggap sebagai total pendapatan Infantino dalam satu tahun fiskal yang sama. Perbedaan tahun ini menjadi faktor kunci yang perlu dipertimbangkan dalam menganalisis dugaan tersebut.
Isu pembayaran tambahan ini menambah daftar sorotan terhadap presiden FIFA. Sebelumnya, Infantino juga menuai kontroversi terkait upaya penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta.
Situasi ini terjadi menjelang pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada musim semi mendatang. Kontroversi baru ini berpotensi memengaruhi opini publik dan para pemangku kepentingan menjelang ajang demokrasi internal organisasi tersebut.
Kendati demikian, laporan mengenai pembayaran tambahan tersebut belum serta-merta membuktikan adanya pelanggaran aturan. Fokus utama kini tertuju pada tuntutan kejelasan mengenai dasar pembayaran dari FIFAWC26.
Publik menantikan penjelasan mengapa kompensasi sebesar itu tidak tercantum secara terbuka dalam laporan tahunan FIFA. Kejelasan ini krusial untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitas kepemimpinan di badan sepak bola global.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183943/original/001062600_1744255965-BARCA_2.jpg)







