Skandal Mata-mata Startup AI: CEO Factory Tuding Penasihat VC Bocorkan Data

Dunia startup kecerdasan buatan atau AI di Silicon Valley tengah diguncang tuduhan serius setelah Matan Grinberg, CEO sekaligus pendiri perusahaan rintisan Factory, menuduh penasihat dewan direksinya membocorkan informasi rahasia kepada kompetitor.
Grinberg menyatakan dirinya telah memecat Chris Degnan dari posisi penasihat dewan karena dugaan tindakan spionase industri yang menguntungkan Cognition, perusahaan pesaing utama Factory di sektor agen pemrograman AI.
Perseteruan ini memuncak setelah Degnan secara terbuka mengumumkan bergabung dengan Cognition sebagai Chief Revenue Officer hanya dua jam setelah cuitan Grinberg di platform X. Meski demikian, Degnan membantah tegas tuduhan tersebut dengan mengklaim bahwa ia tidak dipecat, melainkan mengundurkan diri setelah memberitahu Grinberg mengenai posisi barunya.
Factory sendiri merupakan perusahaan rintisan berusia tiga tahun asal San Francisco yang bergerak dalam pengembangan agen AI untuk tugas pemrograman mandiri. Dengan valuasi mencapai USD 5 miliar (sekitar Rp78,5 triliun), perusahaan ini telah menarik investasi besar dari firma ternama seperti Khosla Ventures, Blackstone, dan Sequoia Capital.
Di sisi lain, Cognition sebagai pesaing utama Factory memiliki valuasi yang jauh lebih fantastis, yakni USD 48 miliar (sekitar Rp754 triliun). Perusahaan tersebut menggarap Devin, sebuah agen AI canggih yang kini digunakan oleh sejumlah raksasa global seperti Mercedes-Benz hingga Goldman Sachs.
Grinberg menjelaskan bahwa kecurigaannya bermula saat Degnan mengakui pernah melakukan pembicaraan santai dengan pihak Cognition. Namun, saat itu Degnan meyakinkan Grinberg bahwa ia tidak memiliki ketertarikan untuk bekerja di sana.
Situasi berubah total ketika pada Senin lalu Degnan mengungkapkan bahwa pembicaraan antara dirinya dan pihak Cognition ternyata berlangsung cukup intens. Grinberg pun merasa khawatir mengenai sejauh mana informasi rahasia Factory telah berpindah tangan kepada pesaing bisnisnya.
Bagi Grinberg, kepercayaan antara pendiri startup dan anggota dewan adalah ikatan sakral di ekosistem teknologi. Pelanggaran terhadap kepercayaan tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Dinamika ini semakin rumit dengan keterlibatan Vinod Khosla, pendiri Khosla Ventures yang berinvestasi di kedua perusahaan tersebut. Khosla secara terbuka membela Cognition dan menyebut klaim pemecatan dari Grinberg sebagai sebuah kebohongan.
Ketegangan ini menarik perhatian luas karena mencerminkan tantangan etika dalam dunia investasi AI modern. Saat ini, Departemen Kehakiman Amerika Serikat dilaporkan tengah menyelidiki potensi konflik kepentingan yang melibatkan anggota dewan di berbagai perusahaan teknologi.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku industri mengenai pentingnya tata kelola perusahaan yang transparan. Kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun dapat hancur seketika akibat potensi konflik kepentingan yang tidak dikelola dengan benar.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor







