Tren Foto Vintage 1980an Kini Kian Populer Berkat Kecerdasan Buatan ChatGPT

Tren swafoto bergaya retro era 1980-an kini marak menghiasi linimasa media sosial seperti Instagram dan TikTok sejak Jumat (11/9/2026).
Fenomena visual ini muncul seiring dengan pemanfaatan fitur pengolahan gambar berbasis kecerdasan buatan dari ChatGPT. Pengguna dapat mengubah foto modern mereka menjadi karya dengan estetika nostalgia hanya melalui serangkaian perintah teks.
Kecanggihan sistem ini memungkinkan modifikasi mendalam pada elemen visual foto. Pengguna cukup mengunggah foto pribadi ke dalam kolom percakapan, kemudian menyertakan deskripsi spesifik terkait gaya yang diinginkan.
Sistem akan menyesuaikan berbagai komponen secara otomatis. Komponen tersebut mencakup gaya rambut, pilihan busana, hingga latar belakang tempat agar selaras dengan atmosfer pertengahan dekade 1980-an.
Teknologi ini juga menyisipkan detail teknis yang autentik guna mendukung kesan analog. Efek bintik atau noise, warna yang sengaja dibuat memudar, serta pendaran lampu kilat langsung menjadi fitur bawaan yang ditambahkan oleh kecerdasan buatan tersebut.
Pengguna bahkan dapat menambahkan stempel tanggal berwarna oranye kemerahan pada pojok foto. Aksen tersebut sering dijumpai pada hasil jepretan kamera film manual pada masa lampau.
Fleksibilitas bahasa menjadi keunggulan fitur ini karena instruksi dapat disusun menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pengguna memiliki kendali penuh untuk memodifikasi teks perintah guna memperoleh detail pakaian atau pencahayaan sesuai selera pribadi.
Proses penyuntingan dilakukan secara iteratif melalui antarmuka aplikasi atau situs resmi ChatGPT. Apabila hasil pertama belum memenuhi ekspektasi, pengguna bisa memberikan instruksi tambahan pada kolom percakapan yang sama.
Penyempurnaan gambar dilakukan melalui interaksi dua arah antara pengguna dan sistem. Hal ini membuat proses pengolahan foto menjadi jauh lebih sederhana dibandingkan menggunakan perangkat lunak penyuntingan gambar profesional.
Antusiasme masyarakat terhadap tren ini mencerminkan tingginya minat publik pada elemen visual masa lalu. Kecerdasan buatan pun kini berfungsi sebagai medium jembatan yang menghubungkan teknologi terkini dengan estetika klasik yang relevan bagi generasi baru.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor









