Ukraina Krisis Rudal Patriot: Mencari Solusi Jangka Panjang

Pasokan rudal Patriot untuk Ukraina semakin menipis, membuat sistem pertahanan udara mereka kewalahan menghadapi serangan rudal balistik Rusia yang intens. Kondisi kritis ini mendesak Kyiv untuk segera menemukan alternatif dan solusi jangka panjang.
Rudal balistik Rusia kian menjadi ancaman utama, khususnya jenis Iskander-M yang sulit diadang tanpa sistem Patriot canggih. Pada awal Agustus, Ukraina hanya mampu mencegat satu dari 27 rudal balistik, menunjukkan betapa parahnya kelangkaan amunisi Patriot.
Pengiriman rudal Patriot dari AS menurun drastis, hanya sepertiga dari jumlah tahun sebelumnya, diperparah oleh konflik global. Sistem SAMP/T Eropa menjadi alternatif, namun jumlahnya terbatas dan pasokan rudal Aster-30 juga minim.
Di sisi lain, Rusia gencar meningkatkan produksi rudal balistik seperti Iskander-M, mencapai sekitar 60-65 unit per bulan. Ada juga laporan pengiriman sekitar 150 rudal balistik dari Korea Utara sejak akhir 2023, menambah tekanan pada pertahanan Ukraina.
Merespons krisis ini, Kyiv menjajaki produksi domestik rudal Patriot, meskipun keputusan lisensi AS masih belum final dan prosesnya bisa memakan waktu 12 bulan hingga lima tahun. Pembicaraan mengenai perakitan komponen di Ukraina dengan bantuan Jerman terus berlanjut.
Selain itu, proyek pertahanan rudal gabungan Eropa-Ukraina bernama Freya dikembangkan untuk menciptakan rudal pencegat yang lebih murah. Sistem ini, yang diharapkan memiliki prototipe pada paruh pertama 2027, menawarkan harapan jangka panjang bagi Ukraina.
Namun, semua solusi ini memerlukan waktu, sementara Ukraina membutuhkan pasokan segera untuk melindungi wilayahnya. Perjuangan Kyiv untuk mengurangi ketergantungan pada dukungan Barat adalah tantangan besar di tengah perang yang terus berkecamuk.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor








