Optimalisasi Pertumbuhan Otot Melalui Asupan dan Waktu Konsumsi Protein

Memenuhi asupan protein harian menjadi pondasi utama bagi tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital, mulai dari mendukung sintesis jaringan otot hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Kebutuhan ini menjadi semakin relevan bagi individu yang rutin menjalani latihan kekuatan atau angkat beban. Asupan nutrisi yang tepat akan memastikan proses pemulihan berjalan efektif setelah otot bekerja keras di pusat kebugaran.
Dokter Ian Smith menjelaskan bahwa orang dewasa sehat yang aktif berolahraga disarankan mengonsumsi protein antara 1,5 hingga 2,2 gram per kilogram berat badan setiap hari. Sebagai gambaran, seseorang dengan bobot tubuh 68 kilogram setidaknya memerlukan 102 hingga 150 gram protein demi menjaga massa otot mereka.
Selain total kuantitas, disiplin waktu dalam mengonsumsi protein turut menentukan efektivitas pembentukan otot.
Smith menyarankan setidaknya 30 persen dari total target protein harian dikonsumsi dalam waktu satu jam setelah sesi olahraga selesai. Strategi ini bertujuan untuk memberikan pasokan asam amino tepat saat tubuh membutuhkannya untuk proses regenerasi.
Latihan kekuatan intensif sebenarnya memicu robekan mikroskopis pada serat otot yang kemudian harus diperbaiki serta dibangun kembali selama fase istirahat. Protein yang mengandung asam amino esensial bertindak sebagai bahan baku utama dalam rekonstruksi tersebut.
Dengan mengonsumsi protein segera setelah latihan, proses pemulihan jaringan dapat dipercepat dan pembentukan otot menjadi lebih optimal. Jika seseorang memiliki target protein 100 gram per hari, maka sebanyak 30 gram protein harus dikonsumsi dalam jendela waktu emas satu jam setelah beraktivitas.
Bagi mereka yang kesulitan memenuhi asupan protein tepat satu jam setelah sesi latihan, mengonsumsi nutrisi dalam waktu dua jam masih dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan otot. Tubuh manusia tetap memiliki kemampuan untuk menyerap nutrisi dan memanfaatkannya untuk perbaikan jaringan meski jeda waktu sedikit lebih lama.
Sisa kebutuhan protein harian bisa didistribusikan secara merata ke dalam menu makan pagi, siang, dan malam untuk menjaga stabilitas asam amino dalam darah. Strategi pembagian porsi ini akan membantu tubuh tetap dalam kondisi anabolik, yaitu kondisi di mana tubuh membangun jaringan baru sepanjang hari.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339165/original/077081700_1757044258-000_73GG3MM.jpg)









