Kritik Lisandro Martinez terhadap Manajemen MU Tuai Kecaman Wayne Rooney
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372962/original/039475400_1791937692-lisandro_2.jpg)
Wayne Rooney secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap Lisandro Martinez yang dinilai tidak pantas menyalahkan manajemen Manchester United.
Perselisihan ini mencuat menyusul kekalahan 0-2 Manchester United dari Atletico Madrid dalam laga Liga Champions di Civitas Metropolitano. Martinez dianggap terlalu gegabah karena mengungkap masalah internal klub ke hadapan publik setelah pertandingan berakhir.
Rooney yang kini berprofesi sebagai pundit bagi Amazon Prime merasa keberatan dengan sikap sang pemain. Ia berpendapat bahwa tim asuhan Michael Carrick sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan performa yang cukup menjanjikan di lapangan.
Meski tidak memungkiri perlunya perbaikan, Rooney menekankan bahwa keluh kesah terkait kebijakan klub seharusnya diselesaikan melalui jalur internal. Menurutnya, berbicara langsung kepada pelatih atau jajaran direksi jauh lebih elegan daripada meluapkan kekecewaan di depan kamera media.
Lebih lanjut, legenda Setan Merah tersebut mempertanyakan kontribusi Martinez di lapangan. Ia memberikan sinyal bahwa posisi bek berusia 28 tahun itu di Old Trafford bisa terancam jika manajemen memutuskan untuk merombak skuad secara besar-besaran di masa mendatang.
Rooney juga menyoroti etika profesional di ruang ganti pemain. Ia beranggapan bahwa kritik terbuka dari seorang pemain merupakan tindakan yang kurang menghormati rekan setimnya sendiri.
Bruno Fernandes sebagai kapten tim dinilai Rooney lebih memiliki legitimasi jika ingin melontarkan kritik serupa. Baginya, sikap Martinez justru memperkeruh suasana dan menciptakan kesan negatif mengenai kepercayaan antaranggota tim.
Komentar Martinez sendiri berfokus pada kekecewaannya terhadap kebijakan transfer klub pada bursa musim panas lalu. Ia berpendapat bahwa Manchester United kurang serius dalam membangun kedalaman skuad untuk menghadapi kompetisi level tertinggi seperti Liga Champions.
Sang pemain juga sempat membela posisi Michael Carrick. Menurutnya, beban kegagalan tim tidak boleh ditimpakan sepenuhnya kepada pelatih, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh aspek di dalam struktur organisasi klub.
Pelatih Michael Carrick sendiri menanggapi situasi tersebut dengan tenang. Ia mengakui belum sempat melihat rekaman wawancara Martinez dan memilih untuk tidak memberikan komentar lebih dalam saat emosi tim masih sangat labil.
Carrick berupaya meredam konflik dengan mengajak seluruh pemain untuk tetap solid. Baginya, persatuan di tengah masa sulit merupakan kunci utama untuk bangkit dari rentetan hasil minor yang mendera tim belakangan ini.
Saat ini, Manchester United tercatat baru mengemas dua kemenangan dari total sembilan pertandingan di semua ajang. Catatan statistik ini tentu menekan posisi Carrick di kursi kepelatihan, sekaligus menambah tekanan bagi para pemain untuk segera memperbaiki performa mereka di lapangan hijau.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372961/original/091903600_1791937543-lisandro.jpg)








