Manchester City Terancam Sanksi Pengurangan Poin hingga Degradasi Liga Inggris

Klub raksasa Liga Inggris, Manchester City, kini berada di ambang sanksi berat atas dugaan pelanggaran aturan keuangan yang telah menyeret mereka ke meja hijau.
The Citizens menghadapi ancaman sanksi berupa pengurangan poin dalam jumlah besar hingga kemungkinan terdegradasi ke kasta kedua sepak bola Inggris, Championship. Ancaman ini muncul menyusul dakwaan resmi terhadap 115 pelanggaran aturan finansial yang diajukan oleh pihak Premier League.
Jurnalis senior Oliver Holt melalui laporannya di Daily Mail mengungkap bahwa otoritas liga kini mendesak agar keputusan sanksi segera dijatuhkan.
Tuntutan tersebut bertujuan agar hukuman dapat diumumkan sebelum proses banding dari pihak klub mencapai titik akhir. Prediksi saat ini menunjukkan bahwa seluruh proses banding tersebut baru akan rampung sepenuhnya paling cepat pada akhir Januari mendatang.
Para pihak yang memahami perkembangan kasus ini menyatakan bahwa opsi pengusiran langsung dari Premier League berisiko menimbulkan kekacauan operasional yang masif bagi ekosistem sepak bola Inggris.
Sebagai solusi yang dianggap lebih realistis, otoritas liga tengah mempertimbangkan hukuman pengurangan poin secara signifikan pada musim berjalan. Skenario ini dipandang sebagai jalan yang otomatis membuat Erling Haaland dan rekan setimnya terlempar dari kompetisi utama menuju Championship.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa hukuman yang paling mungkin dijatuhkan meliputi pengurangan poin dalam jumlah yang sangat besar. Selain degradasi, klub juga berisiko menghadapi beban denda finansial dalam skala yang sangat masif.
Terdapat pula opsi skenario tambahan berupa pengurangan poin lanjutan yang akan diberlakukan pada musim berikutnya. Langkah ini diambil untuk memastikan Manchester City tetap bertahan lebih lama di divisi bawah sebagai bagian dari efek jera yang diberikan oleh pengelola kompetisi.
Pihak pengelola Divisi Pertama atau English Football League diperkirakan akan menyetujui langkah eksekusi hukuman yang nantinya ditetapkan oleh Premier League. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas kompetisi yang selama ini menjadi sorotan dunia.
Kasus ini berakar dari dakwaan terhadap 115 pelanggaran aturan keuangan, termasuk dugaan penggelembungan nilai sponsor yang nilainya mencapai hampir 1 miliar paun atau sekitar Rp20,4 triliun.
Manajemen Manchester City hingga saat ini tetap bersikap tegas dalam membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan kepada mereka. Mereka kini tengah menempuh jalur hukum melalui proses banding untuk membatalkan dakwaan tersebut.
Perseteruan ini telah berlangsung cukup lama dan menyita perhatian komunitas sepak bola global. Banyak pihak menanti apakah kejayaan Manchester City di lapangan akan berakhir dengan sanksi administratif yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Liga Inggris.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










