Pedri Ungkap Keluhan Sakit Perut Jadi Pemicu Pergantian Saat Barcelona Atasi Galatasaray

Gelandang muda Barcelona, Pedri, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik permintaannya untuk diganti saat timnya meraih kemenangan penting 4-1 atas Galatasaray dalam laga lanjutan Liga Champions 2026/2027. Pemain berusia 23 tahun itu mengungkapkan bahwa keluhan sakit perut dan rasa tidak enak badan menjadi penyebab utama, menepis dugaan awal terkait cedera fisik.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan yang berlangsung di Rams Park, Istanbul, pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Pedri, yang merupakan salah satu motor lini tengah Blaugrana, harus meninggalkan lapangan lebih awal meskipun performa timnya sedang menanjak.
Barcelona sempat dikejutkan oleh gol pembuka Aleksey Batrakov pada menit ke-28, membuat tuan rumah Galatasaray memimpin pertandingan. Namun, Joao Cancelo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-43, sesaat setelah gol tambahan Galatasaray dianulir wasit.
Memasuki babak kedua, skuad asuhan Xavi Hernandez menunjukkan perubahan signifikan dalam permainan mereka. Tiga gol tercipta dalam rentang waktu singkat, diawali oleh Fermin Lopez yang membalikkan keadaan di menit ke-50, diikuti oleh Anthony Gordon tiga menit kemudian, dan ditutup oleh Karim Adeyemi pada menit ke-65 untuk memastikan skor akhir 4-1.
Kemenangan telak ini memperkuat posisi Barcelona di fase grup Liga Champions, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka mengatasi tekanan di kandang lawan yang terkenal dengan atmosfernya yang intimidatif. Di tengah euforia tersebut, Pedri menjadi sorotan karena pergantiannya.
Pemain internasional Spanyol ini menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak melanjutkan pertandingan sama sekali tidak terkait dengan cedera otot atau struktural. Ia hanya merasakan ketidaknyamanan serius pada bagian perut yang membuatnya sulit tampil maksimal.
“Sebenarnya tidak ada masalah besar. Perut saya sakit dan saya merasa sedikit tidak enak badan, jadi lebih baik meminta diganti agar pemain yang lebih segar bisa masuk,” kata Pedri kepada Movistar, usai pertandingan. Pernyataan ini memberikan kejelasan tentang kondisi fisiknya, sekaligus menunjukkan profesionalisme dalam mengutamakan kepentingan tim.
Selain membahas kondisinya, Pedri juga menganalisis jalannya pertandingan menghadapi Galatasaray. Ia mengakui timnya sempat kehilangan ketenangan setelah kebobolan gol pertama, terutama akibat tekanan dari suporter tuan rumah yang memenuhi stadion.
Situasi berubah drastis setelah jeda babak pertama, ketika Barcelona melakukan evaluasi strategi di ruang ganti. Mereka sepakat untuk mengurangi keputusan terburu-buru dan lebih sabar dalam membangun serangan, memaksimalkan kreativitas para pemain di sekitar kotak penalti lawan untuk menciptakan peluang.
“Pada babak pertama, kami terlalu terburu-buru setelah mereka unggul. Atmosfernya cukup sulit, tetapi saya melihat respons tim yang tampil luar biasa pada babak kedua dan mampu bersaing dengan sangat baik,” ujar Pedri, memuji mentalitas rekan-rekan setimnya.
Ia menambahkan, “Saat jeda, kami membicarakan pentingnya untuk tidak terburu-buru dan membiarkan mereka bergerak beberapa kali untuk membuat mereka kehilangan keseimbangan. Ketika Lamine, Fermin, atau Dani Olmo menguasai bola di dekat kotak penalti, mereka bisa menciptakan banyak peluang.” Pendekatan ini terbukti efektif dalam memecah pertahanan Galatasaray.
Barcelona tidak dapat berlama-lama menikmati kemenangan ini, sebab serangkaian pertandingan krusial sudah menanti mereka di berbagai kompetisi. Mereka akan bertandang ke markas Real Betis dalam ajang La Liga, lalu menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions, sebelum menjamu rival abadi Real Madrid dalam El Clasico yang selalu penuh gengsi.
Pedri menyadari bahwa rangkaian laga padat ini akan menjadi tantangan besar bagi Los Cules, meskipun musim kompetisi baru berada pada tahap awal. Ia berharap timnya dapat mempertahankan semangat juang dan memaksimalkan setiap kesempatan untuk meraih hasil positif.
“Akan ada pertandingan-pertandingan yang sangat penting. Memang ini masih awal musim, tetapi laga-laga tersebut tetap penting,” kata Pedri. “Mari menikmatinya dan, yang terpenting, meraih kemenangan,” pungkasnya, menunjukkan optimisme menghadapi jadwal ketat.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor












