ScrollEd Mengubah Buku Teks Membosankan Menjadi Konten Bergaya TikTok

Dunia sering mengeluhkan rentang perhatian generasi muda yang semakin pendek akibat kebiasaan terus-menerus menelusuri konten digital atau doomscrolling. Fenomena ini membuat aktivitas membaca buku teks atau belajar materi ujian menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pelajar.
Sebuah startup berbasis di Palo Alto, ScrollEd, mencoba menawarkan solusi unik dengan mengubah format buku teks konvensional. Mereka tidak melarang siswa untuk scrolling, melainkan mengadopsi cara kerja media sosial agar materi pelajaran lebih mudah diserap.
Aplikasi besutan ScrollEd memungkinkan pengguna mengubah berbagai dokumen seperti file PDF atau buku teks menjadi sebuah linimasa interaktif. Tampilan aplikasi ini sangat mirip dengan Instagram Reels atau TikTok yang akrab di mata generasi Z.
Ketika pengguna melakukan gerakan menggeser layar ke atas, konten akan muncul dalam bentuk video buatan kecerdasan buatan, audio, atau teks ringkas. Gerakan menggeser ke samping akan membuka pembahasan yang lebih mendalam, bahkan menyediakan kuis interaktif di akhir setiap topik pembelajaran.
Co-founder ScrollEd, Utsav Gupta, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menyasar audiens di tempat mereka menghabiskan waktu. Generasi muda saat ini cenderung lebih menyukai format vertikal yang padat, namun format tersebut seringkali menyulitkan penyampaian materi yang membutuhkan kedalaman analisis.
Gupta membangun startup ini bersama istrinya, Rebecca Neff, setelah mereka berdua merasa tidak puas dengan kebiasaan menghabiskan waktu di media sosial sebelum tidur. Gupta adalah mahasiswa jurusan kecerdasan buatan di Stanford, sementara Neff mendalami ilmu komputer di University of Pennsylvania.
Startup ini menyasar institusi pendidikan, program pelatihan korporasi, serta individu yang mencari alternatif konten lebih bermanfaat saat menggunakan ponsel. Model bisnis yang mereka terapkan adalah freemium, dengan opsi berlangganan bagi pengguna profesional dan lisensi tahunan untuk institusi.
Pihak institusi yang membayar lisensi akan mendapatkan keuntungan berupa laporan analitik mengenai progres belajar dan tingkat keterlibatan siswa. Dalam beberapa bulan ke depan, ScrollEd berencana memperluas pustaka materi pelajaran serta mengembangkan sistem verifikasi sumber informasi yang kredibel.
Ke depannya, mereka berambisi membangun infrastruktur yang mampu menyesuaikan materi dengan kebutuhan spesifik setiap siswa secara personal. Ambisi besar perusahaan ini adalah menciptakan jaringan sosial yang memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan perkembangan intelektual penggunanya.
ScrollEd akan diperkenalkan secara resmi dalam ajang TechCrunch Disrupt yang berlangsung pada 13 hingga 15 Oktober di San Francisco, Amerika Serikat. Mereka berharap teknologi ini dapat memicu perubahan cara pandang terhadap konsumsi konten daring yang selama ini dianggap hanya membuang waktu.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








