Perseteruan Kelly Clarkson dan Toko Mainan Brooklyn soal Burung Mekanik

Sebuah toko mainan unik bernama Art of Play di kawasan Cobble Hill, Brooklyn, mendadak ramai diserbu awak media dan pelanggan yang penasaran. Toko ini menjadi pusat perhatian publik setelah penyanyi kenamaan Kelly Clarkson melayangkan keluhan melalui media sosial terkait pengalaman berbelanjanya.
Pelantun lagu Since U Been Gone itu merasa tidak dilayani dengan baik saat mencoba membeli sebuah pajangan burung mekanik yang terpasang di dinding toko. Ia bahkan menyebut staf toko bersikap seolah dirinya tidak mampu membeli barang seharga USD 15.000 atau sekitar Rp235 juta tersebut.
Clarkson menyamakan perlakuan yang ia terima dengan adegan dalam film Pretty Woman, di mana seorang karakter ditolak oleh staf toko karena dianggap tidak mampu membayar barang mewah. Pernyataan ini memicu gelombang kritik dari jutaan pengikutnya di internet terhadap bisnis lokal tersebut.
Pihak Art of Play menepis tudingan tersebut melalui pernyataan resmi. Mereka menjelaskan bahwa burung mekanik bernama Molly itu bukan untuk dijual karena terpasang secara permanen pada dinding sebagai bagian dari dekorasi toko.
Staf toko sebenarnya telah menawarkan solusi dengan mencarikan burung serupa yang bisa dipesan melalui pengrajin di Jerman seharga USD 2.000 atau sekitar Rp31 juta. Namun, kesalahpahaman telanjur berkembang menjadi badai opini publik yang merugikan pihak toko.
Situasi sempat memanas ketika seorang pria terekam kamera berteriak di depan toko dan menuduh staf melakukan profil rasial terhadap sang penyanyi. Pemilik toko mengaku telah menerima berbagai ancaman serta pelecehan setelah nama tempat usahanya disebut oleh Clarkson.
Rekaman pengawasan toko yang beredar belakangan ini memperlihatkan interaksi antara Clarkson dan seorang karyawan. Dalam video tanpa suara tersebut, sang penyanyi terlihat menunjuk pajangan burung itu sebelum meninggalkan toko dan sempat kembali untuk berbicara kepada kasir dengan gestur tubuh yang terlihat cukup intens.
Saat ini, suasana di Art of Play mencoba kembali normal meskipun kehadiran jurnalis masih sering terlihat di lokasi. Sebagai bentuk sindiran terhadap kontroversi yang terjadi, pihak toko kini menambahkan label harga bertuliskan USD 15 juta pada burung mekanik Molly yang masih terpasang di dinding.
Bagi pelanggan setia, perseteruan ini terasa janggal karena mereka mengenal Art of Play sebagai toko keluarga yang ramah. Pengunjung yang hadir di lokasi pada hari Rabu lalu mengaku tidak menyangka bahwa sebuah pajangan dinding bisa memicu polemik berskala nasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor








