Serangan Rudal Balistik Rusia Hantam Kyiv, Dua Tewas dan Puluhan Terluka

Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang serangan rudal balistik Rusia dan drone yang menewaskan dua orang serta melukai sedikitnya 24 warga. Otoritas Ukraina melaporkan, serangan bertubi-tubi itu terjadi di Kyiv dan wilayah sekitarnya.
Timur Tkachenko, Kepala Administrasi Militer Kyiv, menyatakan bahwa "musuh sekali lagi menyerang wilayah Kyiv secara besar-besaran." Serangan dimulai setelah tengah malam pada Rabu, memicu peringatan serangan udara yang berlangsung lebih dari satu jam.
Gelombang rudal balistik menghantam kota dan pinggirannya. Pejabat Kyiv mengonfirmasi seorang wanita tewas di Kyiv, sementara otoritas regional menyebut satu orang lainnya meninggal di Bucha, sebelah barat kota.
Sedikitnya 24 orang lainnya menderita luka-luka di berbagai wilayah sekitar Kyiv. "Musuh sekali lagi secara sengaja menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil," ungkap Administrasi Militer Kyiv dalam pernyataannya.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan kekhawatiran adanya warga yang terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan di pusat kota. Ia juga mengabarkan melalui Telegram bahwa empat dari korban luka berada dalam kondisi serius.
Tkachenko merinci, dampak dari serangan musuh tercatat di distrik Bucha, Brovary, dan Fastiv. Ia pun mendesak semua warga untuk "tidak mengabaikan sirene serangan udara, jagalah diri, orang terkasih, dan keluarga Anda."
Rusia telah mengintensifkan serangannya ke Kyiv dalam beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, Ukraina juga meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur sipil Rusia, termasuk fasilitas listrik.
Beberapa kali, Ukraina juga menargetkan depot milik raksasa e-commerce Rusia, Wildberries, yang memiliki gudang penyimpanan barang-barang besar. Lima orang tewas dan 10 lainnya terluka di wilayah Moskow pada Selasa pagi dalam serangan terbaru di gudang Wildberries.
Sehari sebelumnya, pejabat Rusia melaporkan tujuh orang tewas dan 58 terluka dalam serangan drone di sebuah pantai padat di wilayah Krasnodar selatan, saat turis sedang berjemur.
Ukraina, sementara itu, menyatakan kemarahan atas sebuah video yang menunjukkan seorang pria dikejar drone di Kherson. Mereka menyebutnya sebagai "perburuan" dan "safari" yang disengaja menargetkan warga sipil.
Kedua belah pihak terus membantah secara sengaja menargetkan warga sipil dalam konflik ini. Ukraina mendesak negara-negara sekutu untuk menyediakan lebih banyak pencegat rudal Patriot buatan AS, guna mempertahankan diri dari serangan balistik Rusia.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor













