Haikal Hassan Bersumpah Palsu 'Demi Allah' Ini Sanksi Menurut Pandangan Islam
Haikal Hassan atau sapaan akrabnya dipanggil babe haikal. Beliau merupakan sekertaris jendral (sekjen) habib Rizieq Center.

Beritana, Bangkalan - Haikal Hassan atau sapaan akrabnya dipanggil babe haikal. Beliau merupakan sekertaris jendral (sekjen) habib Rizieq Center, yang mengaku bermimpi bertemu rasulullah bersama dengan putranya dan ke enam laskar FPI yang meninggal di km 50 Tol Jakarta-cikampek. 

Haikal Hassan bersaksi bahwa dalam mimpi tersebut ke enam laskar FPI dan seorang putranya bersama Rasulullah, lalu beliau menangis sejadi-jadinya. Namun akhir akhir ini beliau mengatakan bahwa mimpi tersebut hanya ingin menghibur keluarga anggota laskar Fpi. Sebelum Haikal Hasan mengaku bahwa mimpi tersebut hanyalah guyonan saja, Kiai NU telah terlebih dahulu memberikan isyaroh bahwa kita jangan percaya kepada orang yang bersumpah atas nama Allah dan rasulnya. Seperti perkataan kiai Marzuki Mustamar

"Ojo dipercoyo, sekelompok itu berkali kali berbohong. Tempo hari menyebarkan berita yang katanya Habib Umar bertemu rasulullah, lalu nabi pesan suruh menaati imam besar mereka. Apa yang di dawuhkan pemimpin mereka itu, dawuhnya rasullulah. Belakangan ini Habib Umar Bin Hafidz mengklarifikasi, saya tidak pernah bermimpi yang seperti itu". Ujar kiai Marzuki Mustamar

Apakah Haikal Hassan mempermainkan mimpi mari kita rinci dengan jelas 

Kata "Demi Allah" dalam bahasa Arab ditulis ِوالله yang artinya sumpah/qosam yang digunakan untuk menghilangkan rasa ragu atau membatalkan sesuatu yang di subhat atau samar

Ada tiga macam jenis qosam yang bisa dijadikan sumpah yakni ba', ya' dan wau

Ketika ada seseorang yang mengatakan sumpah menggunakan salah satu dari tiga huruf qosam yang kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia semua ulama sepakat "Demi Allah", maka tidak ada yang perlu diragukan lagi bagi kita untuk tidak mempercayai sekalipun yang berkata non Muslim

Lalu bagaimana, jika ada seseorang bermimpi dan bersumpah menggunakan lafadz qosam yang ternyata mereka berbohong..? Maka seseorang yang berbohong tersebut harus membayar kifarat atau memberikan makanan pokok kepada 10 orang miskin (fakir), yang masing-masing mereka mendapatkan setengah sho' atau 1,5 kali 10=15 kg

Sedangkan hukuman sosial bagi yang berdusta atas nama Allah dan rasulnya kemudian hari mereka tidak akan mempercayai sumpah mereka sendiri.

Seperti yang disebutkan dalam surah Al-Maidah Ayat 89 yang artinya

"Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya),

Sebagaimana kafarat yang lain, kafarat ini berlaku secara akumulatif. Artinya, ketika seseorang melakukan sumpah palsu sebanyak 5 kali, maka 5 kali pula kifarat yang harus dijalankannya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations