Jika Kamu Capek Tidak Pernah Diperjuangkan, Mungkin Ini Saatnya Berhenti Mengejar Dia

Rasanya melelahkan ya, terus-menerus mengetuk pintu yang pemiliknya bahkan nggak pernah berniat membukanya.
Kamu sudah melakukan segalanya, mengirim pesan penuh perhatian sampai meluangkan waktu tersibukmu demi dia. Wajar banget kalau sekarang kamu merasa kosong dan ingin menyerah saja.
Dia Memang Tidak Ingin Menetap
Kita sering kali terjebak dalam delusi bahwa jika kita berusaha sedikit lebih keras lagi, dia akan melihat usaha kita. Padahal kenyataannya sederhana, orang yang benar-benar menyayangimu tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian sampai babak belur. Dia akan berdiri di sampingmu, memegang tanganmu, bukan malah asyik berjalan menjauh tanpa pernah menoleh ke belakang.
Dia memang memilih untuk pergi.
Mengejar orang yang tidak ingin bertahan itu seperti menggenggam duri, makin erat kamu pegang, makin dalam luka yang kamu buat sendiri. Biarkan dia melangkah pergi karena merelakan bukan berarti kamu kalah, melainkan kamu akhirnya sadar nilaimu terlalu berharga untuk diabaikan.
Saatnya Melepas Dia yang Pergi
Ketika kamu berani melepas orang yang tidak menghargaimu, semesta sebenarnya sedang bekerja merapikan hidupmu yang berantakan. Kehilangan dia bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari ruang baru yang lebih sehat untuk hatimu. Kamu hanya perlu percaya bahwa ada seseorang di luar sana yang tidak akan membuatmu memohon hanya untuk dihargai.
Kamu layak mendapatkan ketenangan itu.
Diperjuangkan oleh Orang yang Tepat
Kelak, kamu akan diperjuangkan oleh orang yang mengharapkanmu dengan tulus tanpa perlu kamu minta setengah mati. Jadi, taruh dulu lelahmu malam ini, ambil napas dalam-dalam, dan mulailah tersenyum karena yang terbaik sedang berjalan menuju arahmu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












