Strategi PBSI di China Masters 2026: Fokus Asian Games Jepang

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil langkah strategis dengan membatasi jumlah wakilnya di turnamen China Masters 2026. Keputusan ini merupakan bagian integral dari persiapan matang kontingen Merah Putih menuju Asian Games 2026 di Jepang.
Ajang China Masters 2026 sendiri akan berlangsung di Shenzhen Arena pada 1-6 September mendatang, sedangkan Asian Games dijadwalkan mulai 19 September di Jepang.
Tercatat, hanya empat wakil Merah Putih yang akan berkompetisi dalam turnamen berlevel Super 750 tersebut.
Keputusan ini diambil PBSI berdasarkan pertimbangan program latihan dan pemulihan atlet. Tujuannya agar performa puncak mereka dapat dicapai secara optimal saat bertarung di ajang multicabang terbesar se-Asia itu. Informasi ini dilansir oleh Detik Sport, mengutip pernyataan resmi dari induk organisasi bulutangkis nasional.
Empat wakil yang akan diberangkatkan adalah tunggal putra Jonatan Christie. Selain itu, tiga pasangan ganda putra yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi juga dipastikan tampil.
Sementara itu, beberapa nama besar yang sebelumnya terdaftar di China Masters, seperti Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, ditarik dari keikutsertaan. PBSI juga secara tegas membatalkan seluruh partisipasi dari sektor ganda putri dan ganda campuran.
"Penarikan beberapa pemain dari China Masters ini karena jaraknya cukup berdekatan dengan Asian Games," jelas Kabid Binpres PBSI, Eng Hian.
Eng Hian menambahkan bahwa para atlet tersebut masuk dalam daftar panjang (long list) tim Asian Games. Oleh karena itu, PBSI merasa perlu mengatur program individual masing-masing pemain demi persiapan yang lebih optimal. Pengaturan ini mencakup jadwal pemulihan, sesi latihan, dan proses evaluasi menyeluruh.
Di sisi lain, beberapa pemain tetap diturunkan di China Masters untuk menjaga perolehan poin ranking BWF yang penting bagi kualifikasi turnamen lainnya. Keikutsertaan ini juga bertujuan mempertahankan ritme pertandingan mereka sebelum berhadapan dengan lawan-lawan tangguh di Asian Games.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373940/original/092653800_1792015153-liverpool.jpg)






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373964/original/029151900_1792025308-enzo.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373967/original/020681900_1792025561-erling.jpg)