
Rasanya campur aduk ya, kayak ada yang mengganjal di hati tapi kamu nggak tahu harus mulai marah dari mana.
Kamu mungkin merasa gila karena mulai memperhatikan gerak-gerik seseorang yang tiba-tiba hadir di antara kamu dan pasangan. Tenang, perasaan curiga itu wajar karena nalurimu sebagai manusia memang sedang berusaha melindungi apa yang kamu punya.
Kalau cabe nyelip di gigi, tinggal ambil tusuk gigi dan masalah selesai dalam hitungan detik. Sayangnya, cabe yang satu ini lebih licin dan punya strategi yang jauh lebih menyebalkan.
Dia bukan cuma sekadar nyelip, tapi dia sengaja mencari celah untuk masuk ke ruang privat yang sudah kamu bangun pelan-pelan. Kamu mungkin bingung kenapa seseorang merasa perlu merusak kebahagiaan orang lain hanya demi mendapatkan perhatian yang jelas-jelas bukan haknya.
Mungkin kamu sering bertanya-tanya, apakah ada yang salah dengan hubungan kalian sampai ada orang ketiga yang berani masuk begitu saja. Kamu menghabiskan banyak waktu untuk mengevaluasi diri, padahal masalahnya bukan di kamu atau pasanganmu yang tidak cukup baik.
Masalahnya ada pada dia yang tidak tahu cara mencari kebahagiaan dengan cara yang terhormat. Dia lebih memilih menjadi parasit dalam hubungan orang lain daripada membangun hidupnya sendiri yang punya harga diri.
Menghadapi orang yang tidak punya malu itu memang melelahkan karena mereka punya kulit tebal yang tidak mempan dengan caci maki. Semakin kamu mencoba mengusirnya, semakin dia merasa punya peran penting dalam drama yang dia ciptakan sendiri.
Pada akhirnya, kamu perlu sadar bahwa energi yang kamu buang untuk meladeni dia itu jauh lebih berharga daripada kehadiran orang itu sendiri. Fokuslah kembali pada hubunganmu, karena pada akhirnya kebahagiaan yang dibangun di atas penderitaan orang lain tidak akan pernah bertahan lama.
Jangan biarkan kehadiran orang yang tidak penting itu merusak kedamaian yang sudah kamu jaga selama ini. Kamu layak mendapatkan hubungan yang tenang tanpa harus terus-terusan mengawasi orang lain yang memang tidak tahu caranya sopan santun.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor