Rachel/Febi dan Tiwi/Fadia Melaju ke Babak Kedua French Open 2026

Pasangan ganda putri Indonesia mengawali perjuangan pada turnamen bulu tangkis French Open 2026 dengan hasil positif di Arena Grand Paris, Prancis, Selasa (20/10/2026). Sebanyak dua wakil dipastikan melangkah ke babak kedua turnamen level BWF World Tour Super 750 tersebut.
Rachel Allesya Rose dan Febi Setianingrum menjadi pasangan pertama yang mengamankan tiket babak 16 besar bagi tim Merah Putih. Pasangan yang menyandang status unggulan kelima ini harus melakoni pertandingan ketat melawan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok serta Tsang Hiu Yan. Rachel dan Febi memenangkan pertarungan tiga gim dengan skor akhir 18-21, 21-11, dan 21-16.
Kemenangan ini memperbaiki catatan pertemuan mereka dengan ganda putri asal Hong Kong di level internasional.
Rachel dan Febi sempat tertinggal pada gim pertama karena banyaknya kesalahan sendiri yang menguntungkan pihak lawan. Namun pasangan peringkat delapan dunia ini mampu mengubah pola permainan secara drastis untuk mendominasi dua gim berikutnya.
Selain Rachel dan Febi, keberhasilan juga diraih oleh pasangan Amalia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Tiwi dan Fadia terlibat dalam duel sesama wakil Indonesia melawan Febriana Dwipuji Kusuma serta Meilysa Trias Puspitasari. Pertemuan ini menjadi tantangan awal yang cukup berat karena kedua pasangan sudah sangat mengenal karakteristik permainan satu sama lain.
Tiwi dan Fadia memenangkan pertandingan tersebut dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-14.
Meskipun Febriana dan Meilysa merupakan unggulan ketujuh, Tiwi serta Fadia tampil lebih solid dalam menjaga pertahanan di area belakang. Hasil ini membuat langkah Febriana dan Meilysa terhenti lebih awal pada turnamen bergengsi di Paris tahun ini.
French Open 2026 merupakan bagian dari rangkaian turnamen elite Eropa yang memperebutkan poin besar untuk peringkat dunia. Keberadaan dua wakil Indonesia di babak kedua memberikan harapan bagi PBSI untuk membawa pulang gelar juara dari sektor ganda putri. Otoritas bulu tangkis nasional hanya mengirimkan tiga wakil terbaiknya untuk berlaga di Prancis guna menjaga efektivitas performa pemain.
Persaingan di sektor ganda putri saat ini berlangsung sangat merata dengan dominasi pemain asal China, Jepang, dan Korea Selatan.
Kemenangan Rachel dan Febi menunjukkan konsistensi pasangan muda Indonesia dalam menghadapi tekanan lawan dari kawasan Asia Timur. Mereka diharapkan mampu mempertahankan performa stabil ketika menghadapi lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi di babak selanjutnya.
Tiwi dan Fadia yang tidak berstatus unggulan justru membuktikan bahwa peringkat dunia tidak selalu menjadi penentu hasil akhir di lapangan. Mereka mengandalkan variasi serangan yang cepat untuk menekan Febriana dan Meilysa sejak awal pertandingan dimulai. Fokus utama mereka saat ini adalah menjaga kebugaran fisik demi menghadapi jadwal kompetisi yang semakin padat.
Kekalahan Febriana dan Meilysa menjadi catatan evaluasi bagi tim pelatih untuk melihat kesiapan mental atlet dalam turnamen besar.
Turnamen Super 750 menawarkan hadiah total yang cukup besar bagi para pemenang sekaligus bonus poin Federasi Bulu Tangkis Dunia. Sejarah mencatat bahwa Arena Grand Paris seringkali menjadi tempat yang menantang bagi para pemain top dunia karena kondisi hembusan angin di dalam lapangan.
Indonesia masih memiliki peluang untuk menambah koleksi gelar melalui sektor ganda putri yang terus mengalami proses regenerasi. Rachel dan Febi diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional bersama pasangan ganda putri senior lainnya. Keberhasilan melewati babak pertama merupakan modal untuk membangun kepercayaan diri atlet di level internasional.
Jadwal pertandingan babak kedua akan segera dirilis oleh panitia penyelenggara setelah seluruh rangkaian pertandingan babak pertama selesai digelar.
Penonton di Paris memberikan apresiasi terhadap gaya permainan ganda putri Indonesia yang atraktif dan penuh semangat juang. Dukungan ini diharapkan terus mengalir bagi para atlet Merah Putih yang sedang berjuang di kancah global.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor













