Akun X Coldcard Diretas, Muncul Tautan Phishing Berbahaya bagi Pengguna

Coldcard, produsen dompet perangkat keras atau hardware wallet khusus Bitcoin, tengah melakukan investigasi internal setelah akun resmi mereka di platform X disusupi pihak tidak bertanggung jawab.
Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu ketika sebuah tautan phishing muncul di linimasa akun resmi perusahaan. Pihak Coldcard segera merespons dengan mengeluarkan peringatan keras agar pengguna tidak mengeklik atau berinteraksi dengan tautan mencurigakan tersebut guna menghindari potensi pencurian aset digital.
Perusahaan yang dikenal dengan standar keamanan ketatnya ini menyatakan bahwa mereka telah menerapkan autentikasi dua faktor secara luring serta membatasi akses akun sejak tahun 2017. Mereka kini sedang menelusuri celah keamanan yang memungkinkan pelaku peretasan berhasil mempublikasikan kiriman tersebut sebelum akhirnya dihapus oleh admin.
Pihak Coldcard menegaskan bahwa situs web resmi mereka hanyalah https://coldcard.com dan meminta seluruh pengguna untuk selalu memeriksa ulang alamat peramban sebelum melakukan transaksi. Saat ini, tim teknis perusahaan telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak X serta melakukan audit menyeluruh terhadap semua akses akun.
Peristiwa peretasan ini menambah daftar panjang tantangan keamanan dalam ekosistem mata uang kripto yang belakangan ini mengalami eskalasi ancaman. Data dari platform pelacak peretasan DefiLlama menunjukkan bahwa bulan Juli mencatatkan kerugian besar bagi para investor kripto di seluruh dunia.
Sepanjang Juli 2026, total kerugian akibat pencurian aset kripto mencapai USD 247,4 juta atau sekitar Rp4 triliun. Angka ini menjadikan bulan tersebut sebagai periode terburuk kedua sepanjang tahun 2026 setelah April, di mana nilai pencurian sempat menyentuh angka USD 644 juta atau setara Rp10,4 triliun.
Salah satu insiden yang paling disorot adalah eksploitasi yang melibatkan Coldcard, yang memicu hilangnya Bitcoin milik pengguna dalam jumlah signifikan. Menurut laporan Galaxy Digital, setidaknya terdapat 100 juta dollar AS atau sekitar Rp1,6 triliun aset Bitcoin yang dicuri dari 7.300 dompet pengguna.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi dalam tiga gelombang terpisah yang terkonfirmasi oleh para peneliti keamanan. Analisis lebih lanjut bahkan mengidentifikasi potensi adanya gelombang serangan keempat, yang diperkirakan bakal menambah total kerugian hingga mencapai USD 130 juta atau kisaran Rp2,1 triliun.
Perusahaan berjanji akan terus memberikan informasi terbaru setelah dilakukan verifikasi mendalam terhadap sistem mereka. Bagi para pengguna dompet kripto, insiden ini menjadi peringatan keras mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap tautan asing meski berasal dari akun yang tampak resmi dan terpercaya.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor














