
Amazon secara resmi memperkenalkan lini tablet terbaru mereka yang diberi nama Alexa Tablet untuk menggantikan merek Fire yang telah digunakan selama satu dekade. Kehadiran perangkat ini menjadi perhatian besar bagi pecinta teknologi karena Amazon akhirnya menyertakan dukungan penuh terhadap Google Play Store secara bawaan di setiap unitnya.
Langkah strategis tersebut menandai perubahan besar bagi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut dalam upaya mereka bersaing di pasar komputer tablet global yang semakin ketat.
Desain fisik dari seri Alexa Tablet ini terlihat sangat terinspirasi oleh estetika iPad milik Apple dengan penggunaan material aluminium yang memberikan kesan premium pada seluruh bodinya. Amazon merilis tiga varian ukuran yang terdiri dari model 8 inci sebagai pesaing iPad Mini, model standar 11 inci, serta model 12 inci dengan label Pro untuk kebutuhan produktivitas. Walaupun dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan seri Fire terdahulu, jajaran perangkat ini tetap diposisikan lebih terjangkau daripada sebagian besar kompetitor utama di pasar saat ini.
Alexa Tablet 8 hadir dengan RAM 4 GB dan kapasitas penyimpanan internal hingga 128 GB yang dibekali layar dengan kecepatan penyegaran 60 Hz. Model ini ditawarkan dalam beberapa pilihan warna yang menarik seperti graphite, rosette, serta teal untuk menyasar segmen pengguna kelas entri yang aktif.
Sementara itu, Alexa Tablet 11 menawarkan spesifikasi yang sedikit lebih mumpuni dengan dukungan RAM 8 GB serta layar 90 Hz yang memberikan transisi gambar lebih halus. Kedua model dasar ini ditenagai oleh prosesor MediaTek 8189 dengan delapan inti yang sebelumnya sempat muncul pada beberapa perangkat ChromeOS yang belum dirilis. MediaTek merupakan produsen semikonduktor asal Taiwan yang dikenal luas sebagai penyedia cip untuk perangkat elektronik dengan keseimbangan antara harga dan performa yang handal.
Peningkatan yang paling signifikan pada generasi terbaru ini sebenarnya terletak pada sisi perangkat lunak, bukan sekadar pembaruan komponen perangkat keras semata.
Berbeda dengan perangkat Fire TV yang belakangan mulai meninggalkan ekosistem Android, Amazon justru memperkuat komitmen mereka pada sistem operasi milik Google tersebut untuk perangkat tablet. Pengguna kini dapat menemukan aplikasi populer seperti YouTube dan ribuan aplikasi lainnya langsung melalui Google Play Store tanpa harus melalui proses instalasi manual yang rumit bagi orang awam. Hal ini merupakan jawaban atas keluhan pengguna selama bertahun-tahun yang merasa sangat terbatas oleh ketersediaan aplikasi di toko resmi milik Amazon yang sering kali tidak lengkap.
Sebagai bintang utama dalam peluncuran ini, Alexa Tablet 12 Pro muncul sebagai tablet paling mewah yang pernah diproduksi oleh Amazon dengan spesifikasi yang bersaing. Perangkat ini mengusung layar beresolusi 2,8K dengan rasio 3:2 dan kecepatan penyegaran mencapai 120 Hz yang sangat responsif untuk navigasi maupun menggambar.
Jantung pacunya menggunakan MediaTek Dimensity 8400, sebuah prosesor kelas menengah ke atas yang menjanjikan performa kuat untuk keperluan multitugas maupun hiburan berat. Amazon juga menyediakan opsi layar nanomatte yang berfungsi sebagai fitur anti silau untuk mengurangi pantulan cahaya sehingga perangkat lebih nyaman digunakan di ruang terbuka. Versi tertinggi dari model Pro ini bahkan mengusung RAM 16 GB dan penyimpanan internal 256 GB, sebuah angka spesifikasi yang belum pernah dicapai oleh model tablet Amazon mana pun sebelumnya.
Kehadiran aksesori tambahan berupa stilus dan papan tik fisik yang dijual terpisah semakin mempertegas ambisi Amazon untuk menjadikan perangkat ini sebagai alat penunjang kerja bagi para pekerja dengan mobilitas tinggi.
Mengenai harga, Alexa Tablet 8 dijual mulai dari USD 230 atau sekitar Rp3,7 juta untuk model dasar 64 GB yang masih menyertakan iklan pada layar kunci. Jika pengguna menginginkan versi yang benar-benar bersih tanpa gangguan iklan, harga yang ditawarkan sedikit lebih tinggi yaitu USD 250 (sekitar Rp4 juta).
Model Alexa Tablet 11 dibanderol mulai dari USD 330 (sekitar Rp5,3 juta), sedangkan varian tertinggi Alexa Tablet 12 Pro dipasarkan mulai dari USD 500 (sekitar Rp8,1 juta). Khusus untuk model Pro, Amazon memastikan tidak ada iklan yang muncul pada layar kunci sehingga harga yang dibayar konsumen merupakan harga bersih untuk pengalaman penggunaan yang lebih profesional. Varian paling canggih dengan RAM 16 GB dipasarkan seharga USD 680 (sekitar Rp11 juta), sebuah angka yang tetap jauh lebih murah dibandingkan tablet kelas atas milik Samsung di kategori ukuran layar yang sama.
Strategi penetapan harga ini menunjukkan bahwa Amazon berupaya keras untuk mengganggu dominasi iPad dan Samsung Galaxy Tab dengan menawarkan nilai fungsi yang lebih tinggi di segmen pasar menengah.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor