American Airlines Akan Pasang Internet Starlink di Seluruh Armada Pesawat pada 2027

American Airlines secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi berbasis satelit Starlink di seluruh armada pesawat utama mereka.
Layanan konektivitas internet ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil maskapai penerbangan asal Amerika Serikat tersebut guna menjawab tingginya kebutuhan penumpang akan koneksi nirkabel yang stabil selama perjalanan udara.
Penyediaan layanan ini merupakan lompatan besar bagi operasional maskapai. Jumlah pesawat yang akan dilengkapi dengan teknologi milik perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, ini tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan proyeksi awal yang sempat dipublikasikan perusahaan pada awal tahun ini.
Starlink sendiri merupakan jaringan satelit orbit rendah bumi yang dirancang untuk menyediakan internet cepat di lokasi terpencil dan sulit dijangkau, termasuk di atas ketinggian saat pesawat sedang mengudara. Berbeda dengan sistem Wi-Fi tradisional yang mengandalkan pemancar di darat, satelit orbit rendah menawarkan latensi lebih minim.
Teknologi ini memungkinkan penumpang untuk melakukan panggilan video, bermain gim daring, hingga memutar video berkualitas tinggi tanpa gangguan berarti. Kebutuhan akan koneksi yang mulus saat terbang kini telah bertransformasi menjadi standar baru bagi kenyamanan pelanggan di maskapai penerbangan global.
Selain meningkatkan kenyamanan penumpang, integrasi teknologi ini juga berdampak pada efisiensi operasional maskapai secara jangka panjang. Konektivitas yang andal memudahkan pertukaran data antara pesawat dan pusat kendali di darat secara real time selama penerbangan berlangsung.
Pembaruan sistem ini mencakup ratusan pesawat yang melayani rute domestik maupun internasional. Pihak manajemen American Airlines meyakini bahwa investasi pada infrastruktur digital ini akan membedakan mereka dari kompetitor di pasar penerbangan Amerika Serikat yang semakin kompetitif.
Meski demikian, proses pemasangan antena terminal Starlink pada ribuan badan pesawat tentu memerlukan waktu dan biaya besar. Perusahaan harus memastikan seluruh modifikasi teknis mematuhi standar keselamatan penerbangan yang ketat dari otoritas penerbangan sipil setempat.
Sebagai konteks, industri penerbangan dunia memang tengah berlomba mengadopsi teknologi satelit modern untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Banyak maskapai besar dunia kini mulai meninggalkan layanan Wi-Fi lama yang sering kali terbatas kecepatannya dan hanya bisa diakses oleh sedikit perangkat secara bersamaan.
Langkah American Airlines ini sekaligus memperkuat posisi SpaceX sebagai penyedia utama layanan internet satelit untuk sektor aviasi. Dominasi Starlink di angkasa mulai menggeser dominasi penyedia layanan Wi-Fi penerbangan konvensional yang selama satu dekade terakhir mendominasi pasar.
Penumpang kini dapat mengharapkan pengalaman terbang yang menyerupai koneksi internet di kantor atau rumah. Dengan target penyelesaian pada tahun 2027, persaingan layanan hiburan dalam pesawat diperkirakan akan semakin sengit bagi maskapai lainnya di seluruh dunia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













