Analisis Data: Korban Tewas Gempa Venezuela Diduga Lampaui Angka Resmi

Jumlah korban tewas akibat serangkaian gempa bumi di Venezuela diduga jauh lebih besar dibandingkan laporan resmi pemerintah.
Data yang dihimpun dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan analisis mendalam oleh The Times menunjukkan adanya ketimpangan data yang signifikan. Angka resmi saat ini mencatat 6.509 korban jiwa, namun temuan baru mengindikasikan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar jauh melebihi angka tersebut.
USGS merupakan lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang memberikan informasi ilmiah tentang bahaya alam, termasuk gempa bumi dan gunung berapi yang terjadi di seluruh dunia. Analisis ini menggunakan perbandingan antara intensitas guncangan gempa dengan kepadatan penduduk di wilayah yang terdampak.
Kondisi geografis dan infrastruktur di Venezuela yang rentan terhadap bencana menjadi faktor utama sulitnya proses pendataan. Banyak permukiman berada di area dengan konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa, sehingga risiko tertimbun reruntuhan sangat tinggi saat guncangan hebat terjadi.
Tim lapangan sering kali mengalami kendala akses menuju daerah terpencil yang paling terdampak. Keterbatasan sumber daya dan akses komunikasi menyebabkan banyak korban yang belum teridentifikasi masuk ke dalam basis data pemerintah pusat.
Upaya untuk memverifikasi jumlah korban terhambat oleh minimnya transparansi data pascabencana. Beberapa pengamat internasional menilai bahwa sistem pencatatan yang kurang terintegrasi menjadi penyebab utama mengapa banyak korban tewas tidak tercatat secara administratif.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











