Arsenal Melaju di Liga Champions Tanpa Penyerang Bintang? Kekuatan Kolektif Teruji

Ambisi Arsenal untuk menjuarai Liga Champions kembali menjadi sorotan tajam, terutama setelah performa mereka di kompetisi antarklub Eropa tersebut. Diskusi mendalam kini bergeser dari sekadar spekulasi transfer penyerang bintang, menuju pertanyaan krusial: apakah The Gunners benar-benar memerlukan satu sosok striker kelas dunia untuk merebut takhta Eropa?
Pertanyaan ini mengemuka pasca hasil imbang 2-2 melawan raksasa Jerman, Bayern Munchen, pada laga League Phase Liga Champions yang berlangsung di Allianz Arena, Kamis, 22 Oktober 2026 dini hari WIB.
Sebuah gol krusial dari gelandang Declan Rice pada menit ke-82 memastikan tim asuhan Mikel Arteta membawa pulang satu poin berharga dari markas salah satu tim elite benua biru.
Hasil tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kapasitas Arsenal dalam menghadapi tekanan tim-tim besar Eropa. Mereka mampu menciptakan peluang signifikan, menahan gempuran Bayern, serta menunjukkan karakter kuat saat tertinggal.
Sebelumnya, Arsenal sempat menuai kritik pedas karena gagal merekrut penyerang kelas dunia yang diyakini mampu menjadi pembeda krusial dalam pertandingan-pertandingan besar. Namun, performa solid di Munchen kini menawarkan perspektif berbeda; jalur Arsenal menuju gelar juara mungkin tidak semata-mata bergantung pada kehadiran satu nama besar di lini serang.
Pertandingan di Allianz Arena menjadi ujian sesungguhnya bagi Arsenal. Bermain di kandang Bayern Munchen bukanlah tugas mudah, terlebih tuan rumah memiliki Harry Kane, penyerang yang dikenal mampu memengaruhi jalannya pertandingan baik melalui penyelesaian akhir presisi maupun kreativitasnya dalam membangun serangan.
Arsenal justru berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu melalui Eberechi Eze pada menit ke-25. Gol tersebut lahir dari pergerakan kolektif yang efektif setelah menerima umpan terukur dari Martin Odegaard, menunjukkan bahwa ancaman The Gunners tidak hanya bergantung pada seorang penyerang tengah.
Bayern kemudian bangkit dan menunjukkan dominasinya. Alphonso Davies menyamakan kedudukan usai menerima umpan terobosan cerdik dari Kane, sebelum striker Inggris itu membawa tuan rumah berbalik unggul melalui tendangan penalti pada menit ke-61.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













