Bahaya Memanaskan Ulang Makanan: Jenis Bahan yang Perlu Anda Hindari

Kebiasaan memanaskan kembali sisa makanan menjadi praktik umum di banyak rumah tangga Indonesia demi efisiensi waktu dan menekan pengeluaran. Namun, metode praktis ini menyimpan risiko kesehatan tersembunyi yang sering kali luput dari perhatian masyarakat.
Tidak semua jenis makanan aman untuk dihangatkan kembali setelah proses pemasakan pertama. Proses pemanasan berulang justru dapat memicu degradasi nutrisi serta memicu terbentuknya senyawa beracun yang membahayakan tubuh.
Nasi menjadi salah satu contoh bahan makanan yang memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanannya. Berdasarkan jurnal Toxins, nasi mentah mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang mampu bertahan hidup meski telah melalui proses perebusan awal.
Jika nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang setelah dimasak, spora tersebut dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi kembali. Pakar menyarankan agar nasi segera dikonsumsi atau disimpan dalam lemari pendingin maksimal satu hari sebelum dihangatkan hingga panas merata.
Daging olahan seperti sosis, ham, dan daging asap juga masuk dalam kategori makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan secara berlebihan. Paparan panas yang ekstrem dapat mengubah kandungan protein dan sodium nitrit di dalamnya menjadi nitrosamin.
Senyawa nitrosamin dikenal luas dalam dunia medis bersifat karsinogenik atau mampu memicu risiko kanker pada manusia. Jika terpaksa harus menghangatkan daging olahan, gunakan suhu sekitar 70 derajat Celcius selama dua menit agar risiko pembentukan senyawa berbahaya dapat diminimalisir.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor










