Bloomberg Integrasikan Data Stablecoin Onchain ke Layanan Bloomberg Terminal

Bloomberg resmi meluncurkan dasbor pemantauan aset kripto jenis stablecoin langsung di dalam layanan Bloomberg Terminal untuk para profesional keuangan dunia.
Langkah ini memungkinkan pengguna memantau pasokan, penerbitan, hingga volume transaksi stablecoin secara real-time langsung dari layar kerja mereka.
Dasbor ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Allium, sebuah platform data blockchain terkemuka. Sistem tersebut mencakup seluruh stablecoin dengan sirkulasi di atas USD 100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Cakupan data tersebut mewakili lebih dari 98 persen pangsa pasar stablecoin global saat ini. Hal ini memberikan transparansi yang lebih dalam bagi manajer aset dan pelaku pasar institusional.
Para pengguna kini dapat membandingkan berbagai indikator kinerja stablecoin, seperti aktivitas minting, pembakaran token, hingga kecepatan perputaran uang. Analisis tersebut juga dapat dikelompokkan berdasarkan jaringan blockchain serta jenis aset penyokongnya, seperti mata uang fiat maupun komoditas.
Fitur baru ini dapat diakses melalui perintah RWAS GO pada antarmuka terminal. Dengan integrasi ini, data onchain akan bersanding langsung dengan instrumen pasar tradisional seperti pendapatan tetap, valuta asing, dan pasar uang.
Bloomberg Terminal sendiri merupakan perangkat yang menjadi standar industri bagi bank dan pengelola dana global. Selain menyediakan berita dan analitik, platform ini menjadi pusat komunikasi bagi para pengambil kebijakan di sektor keuangan.
Layanan ini semakin memperluas jangkauan aset digital di dalam terminal. Sebagai catatan, Bloomberg telah menyediakan harga Bitcoin sejak 2014 dan kini mendukung referensi data untuk 50 jenis mata uang kripto.
Keputusan strategis ini diambil di tengah lonjakan kapitalisasi pasar stablecoin yang kini menembus angka USD 306 miliar atau sekitar Rp4.700 triliun menurut data DeFiLlama. Dominasi pasar masih dipegang oleh Tether dengan token USDT miliknya yang menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar.
Kehadiran data berbasis blockchain ini mencerminkan pengakuan institusi keuangan arus utama terhadap pentingnya ekosistem aset digital. Ketergantungan pelaku pasar terhadap data onchain yang akurat diprediksi akan terus meningkat seiring adopsi teknologi buku besar terdistribusi di pasar modal global.
Transparansi data yang ditawarkan Bloomberg diharapkan dapat mengurangi kesenjangan informasi antara pasar tradisional dengan pasar kripto yang bergerak sangat cepat setiap detiknya. Dengan integrasi ini, analis tidak perlu lagi berpindah antar platform untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai arus likuiditas aset kripto.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor









