Bruno Fernandes Kritik Taktik Carrick usai Manchester United Dibantai Como

Kapten Manchester United Bruno Fernandes mulai mempertanyakan efektivitas taktik Michael Carrick setelah Setan Merah dibantai klub promosi Como pada laga lanjutan Liga Champions.
Kekalahan telak 1-4 ini terjadi di Giuseppe Sinigaglia Stadium, sebuah markas bersejarah di pinggir danau milik klub Italia yang saat ini dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia. Hasil buruk tersebut memperpanjang catatan kelam Manchester United yang belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan beruntun di berbagai kompetisi musim ini.
Bermain sebagai tim tamu, Setan Merah justru terlihat kehilangan arah dan terus ditekan oleh kedisiplinan para pemain Como sepanjang pertandingan berlangsung. Fernandes yang biasanya berperan sebagai pengatur serangan justru dipaksa bermain pada posisi penyerang semu yang tidak terbiasa ia perankan. Eksperimen taktik tersebut berakhir kegagalan setelah pemain asal Portugal itu ditarik keluar pada menit ke-67 untuk digantikan oleh Joshua Zirkzee.
"Ini bukan pertama kalinya kami memulai laga dengan langkah yang salah, dan lawan berhasil mencetak gol dengan sangat cepat," keluh Fernandes saat berbicara kepada media seusai laga.
Ia menilai tekanan terhadap pemegang bola sangat minim sehingga lawan bebas menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Pergerakan tim tanpa bola juga dianggap sangat statis dan tidak sesuai dengan rencana yang telah disiapkan sebelum pertandingan dimulai.
Sang kapten mengungkapkan bahwa instruksi untuk tidak melakukan pengawalan satu lawan satu berasal langsung dari jajaran staf pelatih yang dipimpin oleh Michael Carrick. Strategi menunggu lawan justru menjadi bumerang karena memberikan ruang bebas bagi para pemain Como untuk mengembangkan kreativitas permainan mereka. Fernandes merasa pendekatan tersebut membuat mentalitas para pemain runtuh seketika setelah gol pertama lawan bersarang ke gawang mereka.
"Ketika kami kebobolan lebih dulu, mentalitas tim seolah sudah merasa kalah dan sangat sulit untuk keluar dari tekanan psikologis tersebut," tambahnya.
Meski sempat berusaha menguasai bola dan menciptakan peluang, koordinasi lini belakang Manchester United terlihat sangat rapuh menghadapi serangan balik cepat. Joshua Zirkzee memang sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol hiburan di penghujung laga, namun hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan wajah tim dari kekalahan yang memilukan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kesalahan strategi dari sisi Michael Carrick, Fernandes memilih untuk memberikan jawaban yang bersifat diplomatis namun tetap kritis. Ia menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada manajer dan staf pelatih, walaupun secara tersirat ia menginginkan tim bermain lebih berani di bawah tekanan. Menurutnya, sebuah tim besar seharusnya berani mengambil risiko dengan menekan lawan di area pertahanan mereka sendiri untuk menciptakan ketidaknyamanan agar alur bola lawan terganggu.
Fernandes menunjuk performa Como yang justru mampu memanfaatkan celah di antara bek tengah Manchester United untuk membangun serangan berbahaya.
Statistik mencatat bahwa Manchester United baru mengantongi dua kemenangan dari 10 laga perdana mereka pada kampanye musim 2026, 2027. Catatan merah ini menempatkan posisi Michael Carrick di ujung tanduk karena desakan suporter untuk melakukan perubahan manajerial semakin menguat di media sosial.
Sebagai informasi tambahan, Como merupakan klub yang sedang naik daun di Serie A Italia setelah mendapatkan dukungan finansial besar dari pemiliknya. Kemenangan atas tim raksasa Inggris sekelas Manchester United menjadi pencapaian bersejarah bagi klub kecil tersebut dalam debut mereka di kompetisi elit Eropa. Keberhasilan mereka mengeksploitasi kelemahan strategi Carrick menunjukkan adanya masalah mendalam pada struktur pertahanan Setan Merah saat ini.
Carrick sendiri sempat mendatangi tribun penonton untuk meminta maaf secara langsung atas performa buruk anak asuhnya segera setelah peluit panjang dibunyikan.
Spekulasi mengenai masa depannya akan terjawab saat Manchester United menjamu Bournemouth di Liga Inggris pada akhir pekan mendatang. Hingga saat ini, manajemen klub belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan kontrak sang pelatih di Old Trafford.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











