Tapi kadang, memang ada orang yang takdirnya cuma jadi pelajaran, bukan pelabuhan terakhir. Mereka datang, mengajarkanmu sesuatu, lalu pergi. Dan itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan nilai dirimu.
Mungkin dia memang belum siap menghargai apa yang ada di depannya. Atau, lebih tepatnya, dia memang bukan yang ditakdirkan untuk menghargai kamu seutuhnya, apa adanya.
Dia itu ibarat jembatan. Jembatan yang harus kamu lewati, mau nggak mau, untuk sampai ke tempat yang seharusnya, ke orang yang memang disiapkan buat kamu.
Jodoh Itu Nggak Akan Jadi Masa Lalu
Sakit, iya. Melihat dia bahagia dengan orang lain itu wajar banget bikin hati perih dan kadang bertanya-tanya "kenapa bukan aku?". Tapi justru di situ, kamu dapat kejelasan yang mahal: kalau dia memang jodohmu, dia nggak akan pernah pergi, apalagi jadi kenangan pahit yang bikin kamu terus bertanya-tanya dan melukaimu. Yang benar-benar jodohmu itu pasti datang, pada waktu yang paling pas, saat kamu sudah siap sepenuhnya, dan dia akan tinggal. Dia akan menjadikanmu masa depannya, bukan cuma sekelumit masa lalu yang ingin dia lupakan.