Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Level Rp 2,58 Juta Per Gram

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.
Logam mulia pecahan satu gram kini dibanderol seharga Rp 2.580.000. Angka tersebut menunjukkan koreksi sebesar Rp 17.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya.
Penurunan harga juga terjadi pada layanan buyback atau transaksi pembelian kembali emas oleh pihak Antam. Nilai jual kembali ini merosot tajam hingga Rp 47.000 menjadi Rp 2.375.000 per gram.
Perlu diketahui, skema buyback adalah mekanisme resmi yang digunakan Antam saat mereka membeli kembali emas dari masyarakat. Nilai yang diterima pemilik aset saat menjual koleksinya akan selalu merujuk pada harga buyback harian ini, bukan berdasarkan harga saat emas tersebut pertama kali dibeli.
Fluktuasi harga emas domestik ini kerap dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sebagai instrumen investasi yang bersifat safe haven, emas sering kali mengalami penyesuaian harga ketika terjadi perubahan sentimen pada pasar saham maupun kondisi ekonomi makro internasional.
Masyarakat yang berencana melakukan transaksi jual maupun beli emas batangan harus memperhatikan kewajiban pajak yang berlaku. Hal ini diatur dalam PPh Pasal 22 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Bagi investor yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), potongan pajak yang dikenakan atas transaksi pembelian emas adalah sebesar 0,25 persen. Sementara itu, konsumen yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif pajak lebih tinggi, yakni 0,9 persen dari total nilai transaksi.
Proses pemotongan pajak ini dilakukan langsung oleh pihak PT Aneka Tambang Tbk saat transaksi berlangsung. Pembeli akan menerima bukti potong pajak bersamaan dengan sertifikat emas yang dibeli sebagai kelengkapan dokumen kepemilikan.
Para investor disarankan untuk memantau pergerakan harga emas secara berkala sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi jual atau beli. Mengingat volatilitas harga logam mulia yang cukup tinggi, keputusan investasi sebaiknya diambil dengan mempertimbangkan tujuan keuangan jangka panjang masing-masing individu.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor










