Bukan Berarti Menyerah, Kamu Hanya Lelah Berjuang Sendirian di Balik Perasaan yang Tak Pernah Dihargai

Pernah tidak, kamu merasa sudah memberikan segalanya tapi rasanya seperti sedang bicara ke tembok?
Wajar kalau sekarang kamu merasa ingin berhenti saja, karena hati manusia memang punya batasnya sendiri dan itu bukan sebuah dosa. Kamu bukan orang jahat hanya karena memutuskan untuk tidak lagi peduli pada mereka yang tidak menganggapmu ada.
Kamu Capek, Bukan Berarti Jahat
Berhenti peduli itu ternyata sebuah bentuk pertahanan diri yang paling masuk akal.
Selama ini kamu selalu jadi yang paling depan, yang paling mengusahakan segalanya demi dia tetap merasa nyaman. Kamu selalu mengalah dan mencoba mengerti posisinya, meskipun itu artinya kamu harus menelan rasa sakitmu sendiri bulat-bulat tanpa pernah didengar.
Kamu sudah mencoba segala cara, mulai dari menurunkan ego sampai selalu ada kapan pun dia butuh bantuan meski kamu sedang sibuk. Namun semua itu menguap begitu saja tanpa ada balasan yang sepadan dari pihaknya, seolah usahamu memang sudah seharusnya dilakukan. Rasanya seperti sedang mengisi ember bocor yang tidak akan pernah penuh bagaimanapun caramu menuangkan airnya ke sana dengan penuh harapan.
Capek Mencintai yang Tak Dimiliki
Ada saatnya kamu harus mengakui kalau dia memang tidak bisa dan tidak mau dimiliki olehmu.
Memaksakan sesuatu yang tidak ditakdirkan untukmu hanya akan membuat luka barumu semakin dalam dan sulit untuk sembuh. Kamu berhak merasa dingin dan acuh sekarang, karena itu satu-satunya cara supaya kamu tidak hancur lebih parah lagi di masa depan nanti.
Bukan kamu yang tidak layak dicintai, tapi dia yang memang tidak punya ruang untuk menghargai kehadiranmu yang begitu tulus. Terkadang orang hanya ingin ditemani saat mereka merasa sepi, bukan benar-benar ingin membangun sesuatu yang serius atau menetap bersamamu selamanya. Menyadari hal ini memang pahit, tapi jauh lebih baik daripada terus membohongi diri sendiri di depan cermin setiap pagi saat kamu bersiap menemuinya.
Hatimu Butuh Istirahat Sejenak
Biarkan hatimu tenang tanpa perlu mengejar siapa pun lagi untuk sementara waktu.
Sekarang saatnya kamu menjaga hati sendiri, karena kalau bukan kamu, siapa lagi yang akan melakukannya dengan tulus dan penuh kasih? Tidak ada salahnya menjadi sedikit egois demi kesehatan mentalmu yang sudah berantakan selama ini hanya karena mengejar urusan perasaan yang tidak pasti ujungnya.
Nanti akan ada seseorang yang datang tanpa perlu kamu minta atau kamu kejar sampai kehabisan tenaga hanya untuk sekadar dihargai. Seseorang itu tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian sampai napasmu habis karena kelelahan mengejar bayangan yang tidak pernah mau menoleh ke belakang untukmu. Untuk saat ini, cukup bernapaslah dengan lega dan nikmati ketenangan yang baru saja kamu temukan setelah sekian lama berisik dengan ekspektasi yang tidak masuk akal bagi logikamu sendiri.
Jadi, jangan merasa buruk kalau sekarang kamu memilih untuk diam dan tidak melakukan apa-apa, karena istirahat adalah hak paling dasar bagi hati yang sudah lelah berjuang sendirian tanpa pernah dianggap sebagai pemenang.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













