Bukan Tentang Siapa yang Tidak Pernah Menyakiti, Tapi Tentang Siapa yang Tidak Pernah Pergi Saat Kamu Terluka

Kamu pasti pernah merasa, kalau sekali saja dia mengecewakanmu, rasanya dunia langsung runtuh. Kamu berharap dia sempurna, padahal kamu tahu betul di dalam kepalamu, manusia mana sih yang tidak pernah salah?
Perasaan ini wajar kok. Kita semua pernah ada di posisi itu, menatap layar ponsel dan berharap dia mengerti tanpa harus dijelaskan panjang lebar, tapi malah berakhir dengan rasa sesak di dada.
Jangan Cari Yang Sempurna
Kita sering terjebak dalam ekspektasi bahwa cinta sejati itu seperti di film. Isinya cuma tawa, pelukan hangat, dan pengertian tanpa batas. Padahal kenyataannya, orang yang kamu cintai itu juga manusia biasa yang bisa bikin kamu marah besar.
Dia mungkin lupa membalas pesanmu saat kamu butuh teman bicara, atau bicara kasar saat dia sendiri sedang stres dengan dunianya. Itu memang menyakitkan. Tapi, apakah satu kesalahan itu cukup untuk membuatmu ingin membuang semua kenangan yang sudah kalian bangun bersama?
Cinta Bukan Tentang Tidak Menyakiti
Yang membedakan hubungan yang tahan lama dengan yang hanya lewat adalah bagaimana kalian bereaksi setelah keributan terjadi. Kalau dia datang membawa maaf yang tulus dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, itulah bentuk cinta yang nyata.
Masalah baru muncul saat kesalahan itu berulang, hari demi hari, seolah hatimu cuma tempat singgah untuk ditumpuk rasa kecewa. Tapi selama dia mau belajar untuk berubah, mungkin dia memang layak untuk diberi kesempatan lagi. Karena cinta yang dewasa tidak tumbuh dari hubungan yang tanpa luka, tapi dari dua orang yang sepakat untuk tidak menyerah.
Bertahan Meski Pernah Terluka
Mungkin kamu tidak butuh lagi sekadar kata maaf yang manis. Kamu hanya butuh bukti bahwa dia benar-benar mengerti arti kehilangan, sampai dia tidak lagi berani mengulangi hal yang sama.
Cinta itu tidak tentang siapa yang paling suci dari kesalahan. Cinta adalah tentang siapa yang memilih untuk tetap duduk di sampingmu, bahkan saat kamu sedang sulit untuk disukai. Tetaplah percaya, selama dia tidak pergi saat badai datang, berarti dia memang orang yang ingin kamu ajak menua bersama.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482952/original/016557500_1769306120-Victor_Montagliani_1.jpg)