BYD Atto 1 Meluncur di Singapura, Harga Tembus Rp 2,4 Miliar

Mobil listrik BYD Atto 1 kini resmi mengaspal di pasar Singapura dengan banderol fantastis mencapai 172.888 dolar Singapura atau setara Rp 2,4 miliar.
Harga tinggi tersebut bukan sekadar nilai kendaraannya semata. Angka itu sudah mencakup Certificate of Entitlement atau COE yang merupakan izin kepemilikan kuota kendaraan di negara tersebut.
Singapura menerapkan kebijakan pembatasan jumlah kendaraan yang sangat ketat untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas. Sistem COE mewajibkan calon pembeli mobil membayar biaya tambahan yang nilainya seringkali melampaui harga fisik kendaraan itu sendiri.
Untuk pasar Singapura, BYD hanya menawarkan satu varian yakni tipe Dynamic. Mobil ini mengandalkan baterai Blade jenis lithium iron phosphate berkapasitas 43,2 kWh.
Kapasitas baterai tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 322 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP. Pengguna bisa melakukan pengisian daya arus bolak-balik hingga 11 kW atau pengisian cepat searah dengan daya mencapai 85 kW.
Performa motor penggeraknya menghasilkan tenaga maksimal 88 PS dengan torsi puncak 175 Nm. Akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam membutuhkan waktu 12,1 detik dengan kecepatan puncak menyentuh 150 kilometer per jam.
Mobil ini masuk dalam kualifikasi COE Kategori A karena memiliki output tenaga di bawah 110 kW. Hal tersebut membuat konsumen berhak mendapatkan insentif yang cukup meringankan beban biaya pembelian.
Pemerintah Singapura menyediakan skema Vehicular Emissions Scheme dan insentif EV Early Adoption Incentive bagi pembeli mobil listrik. Total potongan biaya yang bisa dinikmati konsumen mencapai 30.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 417 juta.
Fasilitas di dalam kabin tergolong cukup lengkap untuk ukuran mobil listrik entry level. Terdapat layar sentuh hiburan 10,1 inci yang mendukung konektivitas nirkabel dan klaster instrumen digital 7 inci.
Keamanan pengguna ditunjang oleh enam airbag dan rangkaian sistem bantuan pengemudi atau ADAS Level 2. Selain itu, tersedia fitur pemantau kelelahan pengemudi serta pemantau tekanan ban sebagai standar keselamatan.
Kontras dengan kondisi di Singapura, BYD Atto 1 justru dipasarkan dengan harga jauh lebih terjangkau di Indonesia. Konsumen di tanah air bisa meminang mobil ini mulai dari Rp 199 juta hingga Rp 245 juta.
Perbedaan harga yang sangat signifikan ini dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dan ekosistem otomotif tiap negara. Di Indonesia, berbagai insentif pemerintah mendorong harga jual mobil listrik menjadi lebih kompetitif bagi pasar domestik.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor





![Jensen Huang Tegaskan ke Donald Trump: Kami Tak Akan Biarkan Pelambatan AI Terjadi Nvidia CEO Jensen Huang tells Trump ‘we’re not going to let [an AI slowdown] happen’](https://cdn.beritana.com/media/2026/09/nvidia-ceo-jensen-huang-tells-trump-were-not-going-to-let-an-ai-slowdown-hap.webp)





