Como 1907 Siap Ukir Sejarah dalam Debut Liga Champions Musim 2026/2027

Klub Italia Como 1907 bersiap menghadapi laga bersejarah dalam kiprah perdana mereka di kompetisi Liga Champions musim 2026/2027. Skuad asuhan Cesc Fabregas dijadwalkan menjamu tim Jerman RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Kamis, 10 Agustus 2026.
Tiket menuju kasta tertinggi kompetisi Eropa ini diraih setelah Il Lariani sukses menembus posisi empat besar klasemen Liga Italia musim lalu. Pencapaian ini merupakan lonjakan drastis bagi klub yang tujuh tahun silam masih berjuang di Serie D, liga tingkat keempat dalam sistem sepak bola Italia.
Fabregas membangun tim dengan mengandalkan talenta muda menjanjikan seperti Nico Paz, Assane Diao, Martin Baturina, dan Jacobo Ramon. Data dari Transfermarkt menunjukkan rata-rata usia pemain Como berada di angka 25,1 tahun, bahkan sempat menyentuh 24,5 tahun pada tiga pertandingan awal Serie A musim ini.
Mantan bek legendaris tim nasional Italia, Alessandro Costacurta, memberikan analisis tajam mengenai komposisi skuad muda tersebut. Ia mengakui adanya tantangan besar bagi Como karena minimnya pengalaman pemain di panggung Eropa yang sangat kompetitif.
Costacurta menuturkan bahwa Como akan menghadapi banyak kendala karena memiliki terlalu banyak pemain muda di dalam tim. Namun, ia tetap menaruh optimisme tinggi terhadap gairah dan potensi besar yang dimiliki para pemain tersebut untuk tampil mengejutkan lawan.
Ia meyakini energi serta antusiasme yang dibawa para pemain muda itu dapat membantu Como melaju hingga ke babak 16 besar. Pandangan ini mencerminkan harapan publik Italia terhadap proyek ambisius yang sedang dikembangkan oleh manajemen klub di bawah komando Fabregas.
Sementara itu, Costacurta menyoroti Inter Milan sebagai wakil Italia yang memiliki peluang paling besar untuk melangkah jauh di Liga Champions musim ini. Nerazzurri dinilai semakin kuat setelah mendatangkan pemain berpengalaman seperti John Stones, Djed Spence, dan Curtis Jones pada bursa transfer musim panas.
Pergerakan Inter di bursa transfer dianggap sebagai langkah yang efektif untuk memperkokoh kedalaman skuad. Menurut Costacurta, aktivitas tersebut membuat mereka mampu bersaing setara dengan tim-tim papan atas Eropa lainnya yang memiliki modal materi pemain berlimpah.
Kualitas rekrutan baru seperti Spence dan Jones disebut telah mengubah peta kekuatan Inter dibandingkan beberapa minggu sebelumnya. Costacurta berpendapat bahwa Inter saat ini menjadi tim yang sangat solid dan sulit dikalahkan oleh lawan manapun di kompetisi Eropa.
Kehadiran amunisi baru ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi ambisi Inter di kancah Liga Champions. Dengan kombinasi performa yang tepat dan sedikit keberuntungan di lapangan, klub asal Milan tersebut diprediksi memiliki kapasitas untuk terus bertahan hingga fase akhir turnamen.
Bagi Como 1907, pertandingan melawan RB Leipzig bukan sekadar laga perdana, melainkan pembuktian dari sebuah transformasi klub dalam waktu singkat. Seluruh mata pencinta sepak bola Italia akan tertuju ke Stadion Giuseppe Sinigaglia untuk melihat sejauh mana mentalitas para pemain muda Como dalam mengarungi ketatnya persaingan di Liga Champions.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








