Daftar 17 Negara yang Gagal Melaju ke Putaran Final Piala Asia U-20 2027

Sebanyak 17 tim nasional harus mengubur asa tampil di putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah gagal melewati babak kualifikasi yang baru saja berakhir.
Persaingan ketat terjadi di antara 32 negara yang terbagi dalam delapan grup untuk memperebutkan 15 tiket tersisa menuju putaran final. China dipastikan melaju otomatis karena berstatus sebagai tuan rumah perhelatan sepak bola muda paling bergengsi di benua Asia tersebut.
Dinamika kualifikasi kali ini melahirkan kejutan besar dengan tersingkirnya sejumlah tim yang memiliki reputasi mentereng di kancah sepak bola Asia. Australia, yang merupakan juara bertahan, secara mengejutkan gagal mengamankan satu tempat di putaran final.
Selain Australia, beberapa negara dengan sejarah prestasi mumpuni seperti Uni Emirat Arab dan Qatar juga harus menelan pil pahit karena gagal meloloskan diri. Ketidakhadiran tim-tim besar ini akan memberikan warna berbeda dalam kompetisi nanti.
Nasib kurang beruntung juga dialami oleh Kuwait yang menempati posisi runner up di grupnya. Meskipun mencatatkan posisi tersebut, mereka tersingkir karena menduduki peringkat terbawah saat dikomparasikan dengan tujuh runner up lainnya dari grup lain.
Negara lain yang gagal melaju mencakup Kirgizstan, Filipina, Suriah, Bangladesh, Palestina, Vietnam, serta Afghanistan. Daftar tersebut dilengkapi dengan nama-nama lain seperti Bahrain, Hong Kong, Turkmenistan, Yaman, Kamboja, dan Laos.
Terdapat konsekuensi administratif bagi tim yang berada di posisi dasar klasemen pada babak kualifikasi ini. Kamboja, Hong Kong, Vietnam, Laos, Bangladesh, dan Filipina harus turun kasta ke tahap pengembangan atau development phase.
Keenam negara tersebut nantinya tidak dapat berkompetisi dalam kualifikasi Piala Asia U-20 2029 mendatang secara langsung. Mereka akan bermain di level development phase bersama tim lain seperti Kepulauan Mariana Utara, Bhutan, Makau, Sri Lanka, serta Brunei Darussalam.
Kegagalan ini menunjukkan peta persaingan sepak bola usia muda di Asia yang semakin merata. Kualitas antarnegara kini tidak lagi terpaut jauh, sehingga tim yang tidak melakukan persiapan matang akan mudah tersisih dari turnamen.
Melihat daftar tersebut, banyak pengamat menilai bahwa kegagalan tim unggulan mencerminkan efektivitas sistem kualifikasi yang diterapkan konfederasi sepak bola Asia. Setiap laga kini menjadi krusial bagi setiap tim demi menjaga eksistensi di level internasional.
Putaran final Piala Asia U-20 2027 diharapkan tetap menyajikan kualitas pertandingan yang tinggi meskipun tanpa kehadiran beberapa negara langganan juara. Pihak penyelenggara akan segera menyusun jadwal pertandingan menyusul selesainya seluruh rangkaian kualifikasi ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








