Debut Manis Michael Kayode Bantu Italia Cukur Turki 4-1 di UEFA Nations League

Tim nasional Italia tampil impresif saat melawat ke markas Turki dalam lanjutan kompetisi UEFA Nations League yang berlangsung di Bursa, Selasa (29/9) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Italia sukses membantai tuan rumah dengan skor telak 4-1. Hasil ini sekaligus menjadi sinyal kebangkitan bagi armada Gli Azzurri setelah sempat terpuruk pada laga sebelumnya.
Bek sayap muda Michael Kayode menjadi pusat perhatian dalam pertandingan ini. Pemain berusia 22 tahun yang kini merumput bersama Brentford di Premier League tersebut mencetak gol pada laga debutnya bersama tim senior Italia.
Gol tersebut tercipta berkat skema permainan tim yang rapi. Sebelum mencatatkan namanya di papan skor, pergerakan Kayode juga sempat merepotkan pertahanan Turki dan memaksa kiper melakukan penyelamatan yang berujung pada gol tap-in Davide Frattesi.
Keunggulan Italia pada babak pertama semakin tidak terbendung berkat kontribusi Alessandro Bastoni dan Francesco Pio Esposito. Sementara itu, Turki hanya mampu membalas lewat satu gol yang dilesakkan Baris Alper Yilmaz.
Bagi publik Italia, UEFA Nations League adalah kompetisi sepak bola antarnegara Eropa yang mempertemukan tim-tim besar dalam format liga untuk menggantikan laga uji coba internasional biasa.
Pemain kelahiran 10 Juli 2004 itu mengaku sangat gembira dengan torehan pribadinya. Ia bahkan tidak menyangka laga perdana bersama tim senior akan berakhir dengan hasil yang begitu memuaskan bagi seluruh anggota tim.
"Saya tidak menyangka debut saya akan berjalan seperti ini, jadi saya sangat senang," ujar Kayode selepas pertandingan.
Kemenangan besar ini merupakan buah dari perombakan taktik yang dilakukan pelatih Italia. Sebanyak delapan perubahan susunan pemain dilakukan dibandingkan saat mereka menelan kekalahan 0-2 dari Belgia.
Kini fokus tim asuhan pelatih tersebut segera beralih menuju agenda berikutnya. "Kami ingin membuktikan sesuatu dan memulai langkah besar, sekarang kami akan menghadapi Prancis," kata Kayode menambahkan.
Selain ketajaman di lini depan, Kayode juga memamerkan keahlian uniknya berupa lemparan ke dalam jarak jauh. Senjata rahasia yang biasa ia gunakan bersama Brentford ini coba diintegrasikan ke dalam skema bola mati tim nasional.
Namun, sang pemain mengakui bahwa penerapan taktik tersebut memerlukan adaptasi lebih lanjut di level internasional. "Kami sudah mencoba beberapa hal saat latihan, namun kondisinya hari ini tidak mudah," tutur dia menutup pembicaraan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358989/original/013047500_1790461600-000_C9FV2GH-Spanyol.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360352/original/036757100_1790629693-000_C9LK8WL-Turki_Italia.jpg)








