Diogo Costa Tampil Gemilang Meski Porto Takluk 0-2 dari Manchester City

Porto menelan kekalahan 0-2 dari Manchester City pada laga pembuka fase liga Liga Champions musim 2026-27 di Etihad Stadium, Rabu (9/9/2026).
Hasil tersebut menempatkan Porto dalam situasi sulit sejak awal kompetisi Eropa. Meskipun kalah, performa penjaga gawang Diogo Costa menjadi sorotan utama karena berhasil meredam agresivitas serangan lawan selama hampir sepanjang pertandingan.
Costa tercatat melakukan serangkaian penyelamatan krusial untuk menggagalkan upaya Erling Haaland, Phil Foden, serta Rayan Cherki. Keberhasilannya menjaga gawang tetap steril pada babak pertama membuat Manchester City kesulitan mencetak gol cepat, meski mereka terus mendominasi penguasaan bola.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-47 melalui sundulan Erling Haaland yang memanfaatkan umpan silang akurat Matheus Nunes. Keunggulan tersebut membuat tempo permainan meningkat, namun Costa tetap konsisten menepis berbagai peluang berbahaya dari lini depan The Citizens.
Gol kedua Manchester City baru tercipta pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+1, lewat aksi Haaland yang menerima umpan dari Rayan Ait-Nouri. Gol tersebut memastikan kemenangan bagi tim asuhan Pep Guardiola sekaligus menutup perlawanan Porto.
Seusai laga, Diogo Costa menyatakan kebanggaannya atas dedikasi seluruh rekan setim yang telah berjuang maksimal di lapangan. Baginya, hasil kolektif tim jauh lebih berharga daripada catatan statistik individu yang ia torehkan sepanjang pertandingan.
Pelatih Porto, Francesco Farioli, memberikan pujian khusus kepada kiper andalannya tersebut melalui pernyataan resmi pascapertandingan. Ia menyebut bahwa Costa telah membuktikan diri sebagai salah satu kiper dengan kualitas terbaik di dunia saat ini.
Farioli menambahkan bahwa timnya sebenarnya berada dalam kondisi pincang karena harus kehilangan lima pemain kunci akibat cedera dan akumulasi. Kendati demikian, para pemain pengganti mampu menunjukkan daya juang tinggi guna mengimbangi kekuatan lawan.
Diogo Costa sendiri bersikeras bahwa Porto tetap tampil kompetitif meskipun harus menghadapi salah satu tim terkuat di Eropa. Ia merasa timnya telah menunjukkan keberanian untuk terus memberikan tekanan kepada lawan bahkan setelah kebobolan gol pertama.
Ketangguhan mental yang ditunjukkan skuad Porto sepanjang laga ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Meski pulang dengan tangan hampa, penampilan solid dari lini pertahanan memberikan sinyal bahwa Porto masih memiliki potensi untuk bersaing di Liga Champions.
Kekalahan ini menuntut Porto melakukan evaluasi taktis menjelang pertandingan berikutnya agar efisiensi serangan meningkat. Konsistensi penampilan penjaga gawang seperti Costa diharapkan dapat diimbangi dengan ketajaman lini serang guna mencuri poin di laga mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4255480/original/064270000_1670577787-000_32XD2AL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343782/original/016280400_1788901438-madrid.jpg)





