Drone Rusia Hantam Akademi Sains Ukraina, Picu Kebakaran di Pusat Kota

Sebuah drone bertenaga jet milik Rusia dilaporkan menghantam gedung National Academy of Sciences di Ukraina. Serangan udara ini memicu kebakaran besar di tengah pusat kota yang padat penduduk.
Gedung tersebut merupakan lembaga riset paling prestisius di negara itu. National Academy of Sciences selama ini menjadi pusat lahirnya berbagai penemuan ilmiah utama yang menjadi kebanggaan warga Ukraina.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Dentuman keras terdengar oleh warga lokal sesaat sebelum api mulai membubung tinggi dari atap bangunan bersejarah tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang Ukraina masih melakukan pendataan mengenai kerusakan fisik bangunan. Tim pemadam kebakaran sempat kesulitan menjinakkan api karena intensitas kobaran yang merembet cepat ke bagian struktur kayu di dalam gedung.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai jutaan dolar AS (puluhan miliar rupiah) mengingat banyaknya peralatan laboratorium canggih yang berada di dalam lokasi terdampak.
National Academy of Sciences sendiri merupakan institusi warisan era Uni Soviet yang telah berdiri selama puluhan tahun. Lembaga ini menaungi ratusan ilmuwan yang bekerja di berbagai bidang, mulai dari fisika nuklir hingga pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.
Penggunaan drone jenis jet oleh Rusia menunjukkan perubahan taktik dalam serangan udara mereka. Senjata ini mampu terbang lebih cepat dan sulit terdeteksi oleh radar pertahanan udara konvensional dibandingkan drone baling-baling biasa.
Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil dan pusat riset merupakan bentuk pengabaian terhadap hukum internasional. Mereka mendesak komunitas global untuk memberikan sanksi lebih keras sebagai respon atas tindakan militer tersebut.
Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia terkait serangan yang menyasar fasilitas ilmiah ini. Ketegangan di kawasan Eropa Timur tetap berada pada level tertinggi selama dua tahun terakhir.
Dampak dari peristiwa ini kemungkinan besar akan memperlambat riset strategis yang sedang berjalan. Banyak data penelitian penting yang kini terancam hilang atau rusak akibat kebakaran yang dipicu oleh hantaman drone tersebut.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian tampak syok dengan kerusakan yang terjadi di pusat kota mereka. Keamanan di area pusat riset saat ini diperketat guna mencegah kemungkinan serangan susulan di titik yang sama.
Pakar militer menilai bahwa penargetan fasilitas riset merupakan upaya untuk melumpuhkan kapasitas inovasi negara tersebut. Dengan hilangnya infrastruktur ilmiah, Ukraina akan menghadapi hambatan besar dalam pengembangan teknologi mandiri di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













